Pendidikan dalam Keluarga

Share

Orangtua mempunyai kewajiban untuk mendidik anak-anaknya. Mereka bertanggungjawab untuk membesarkan dan mempersiapkan masa depan anak agar kelak dapat menjadi individu yang mandiri, bertanggungjawab, dan berguna bagi masyarakat.

Banyak orang memiliki pemikiran bahwa pendidikan hanya hal-hal formal yang dipelajari di sekolah. Nah, kapan pendidikan anak dimulai? Setiap orangtua memiliki jawaban yang berbeda-beda untuk pertanyaan ini. Pada kenyataannya, pendidikan dimulai ketika seorang anak masih bayi dan dimulai dari rumah.

Pelajaran-pelajaran awal yang dapat diperoleh seorang anak di rumah.

1. Mengenal Tuhan Yang Maha Esa.

Mengenal Sang Pencipta merupakan dasar yang paling penting dalam pendidikan anak. Orangtua memegang tanggung jawab untuk mengajarkan anak tentang Tuhan Yang Maha Esa, pribadi yang layak disembah dan diagungkan.

2. Menghargai dan menghormati diri sendiri dan orang lain.

Membantu anak untuk memiliki harga diri yang kuat terhadap dirinya akan memunculkan potensi maksimal anak, membangun hubungan yang sehat dengan orang lain dan membuat semua orang di sekitar anak melihat anak sebagai pribadi yang layak dihormati. Juga sama perlunya mengajarkan anak untuk menghormati orang lain, seperti: orangtuanya, kakek-neneknya, saudara-saudaranya dan teman-temannya.

3. Ketaatan atau kepatuhan.

Mengajarkan sikap ketaatan kepada anak bukan untuk menciptakan anak menjadi anak yang penurut. Pentingnya sikap ketaatan ini diajarkan semasa kanak-kanak agar kedepannya dalam kehidupan bermasyarakat anak, dapat berjalan lancar dan produktif, karena dalam kehidupan bermasyarakat kita dituntut bekerja sama dengan orang lain yang menuntut ketaatan hingga taraf tertentu untuk menciptakan kedamaian, keharmonisan, dan kebahagiaan.

4. Pengendalian diri.

Mengajarkan hal pengendalian diri sedini mungkin kepada anak tidak saja hanya bermanfaat di dalam kehidupan berkeluarga semata. Namun, pengendalian diri memberi manfaat besar sepanjang hidup mereka, khususnya pada saat anak mulai berinteraksi dengan orang lain. Para peneliti menemukan bahwa anak-anak dengan pengendalian diri yang tinggi – biasanya lebih mampu memperhatikan, bertahan dengan tugas-tugas yang berat.

Share

Related posts

Leave a Comment