Tanda-Tanda Dasar Anak Mengalami Disleksia

Share

Disleksia, mungkin beberapa orang belum terbiasa mendengar kata ini.

Apa itu disleksia?

Disleksia adalah sebuah gangguan dalam perkembangan baca-tulis yang umumnya terjadi pada anak usia sekolah. Biasanya ditandai dengan kesulitan belajar membaca dengan lancar dan kesulitan dalam memahami pengenalan kata, ejaan dan decoding.

Disleksia adalah suatu kondisi neurologis dan sering pula genetik. Disleksia tidak terkait dengan kecerdasan.

Tanda-tanda paling umum yang berhubungan dengan disleksia:

1. Terlambat dalam perkembangan pada umumnya.

Anak mengalami keterlambatan perkembangan pada umumnya dibandingkan dengan anak-anak yang lain yang seusia dengannya, seperti: dalam hal belajar merangkak, berjalan, berbicara, melempar atau menangkap dan naik sepeda.

2. Kemampuan berbicara terlambat.

Selain terlambat belajar berbicara, umumnya anak salah menyebutkan kata-kata, kesulitan menangkap persamaan bunyi, dan tidak mampu untuk mengucapkan kata yang berbeda.

3. Koordinasi tubuh.

Anak tampak lebih lamban dari teman-temannya, misal anak kesulitan menangkap bola.

4. Saat anak memasuki sekolah dasar, anak mengalami kesulitan belajar membaca.

Anak, walaupun memiliki kecerdasan standar dan mendapat pengajaran yang tepat, namun mengalami kesulitan dalam belajar membaca.

  • Kesulitan mengenali huruf dan mengejanya.
  • Kesulitan membedakan huruf vokal dengan konsonan.
  • Huruf tertukar-tukar, misal ’b’ tertukar ’d’, ’p’ tertukar ’q’, ’m’ tertukar ’w’, ’s’ tertukar ’z’.
  • Membaca lambat-lambat dan terputus-putus dan tidak tepat.
  • Tertukar-tukar kata (misalnya: dia-ada, sama-masa, lagu-gula, batu-buta, tanam-taman, dapat-padat, mana-nama).
  • Mengabaikan kata awalan pada waktu membaca (”menulis” dibaca sebagai ”tulis”).
  • Menghilangkan atau salah baca kata penghubung (“di”, “ke”, “pada”).
  • Tidak dapat membaca ataupun membunyikan perkataan yang tidak pernah dijumpai.
  • Kesulitan memahami kalimat yang dibaca ataupun yang didengar.
  • Kebingungan atas konsep alfabet dan simbol.

5.Lambat dalam pembelajaran menyusun keterangan.

Di sekolah, anak memakan waktu lebih lama daripada anak-anak lainnya untuk mempelajari huruf-huruf alfabet dan bagaimana mengucapkannya. Mungkin juga bermasalah mengingat hari dalam seminggu, bulan dalam setahun, warna, dan beberapa tabel aritmatika.

6. Kesulitan membedakan kiri dan kanan.

Share

Related posts

Leave a Comment