Hati-Hati Perkataan Buruk Dapat Berdampak Negatif Terhadap Perkembangan Anak

Share

Anak seringkali menjadi korban luapan emosi dari orangtua, baik itu emosi positif maupun negatif melalui ucapan dan tindakan fisik.

Tidak sedikit anak yang mendapat perlakuan kekerasan dari lingkungannya. Seringkali orangtua tidak menyadari, seorang anak telah mendapat perlakuan kekerasan di rumah dalam bentuk kekerasan verbal. Banyak orangtua yang abai atau mungkin tidak tahu, ketika mereka membentak, memaki, mengancam, mengeluarkan kata-kata tidak baik, mengucapkan perkataan buruk bahkan menghina anak, hal ini dapat berdampak negatif kepada perkembangan anak. Perkataan yang menyakitkan ini biasa dilontarkan orangtua ketika sedang emosi sehingga biasanya bermakna melecehkan kemampuan anak, memberi julukan negatif, menganggap anak sebagai sumber kesialan, mengecilkan arti anak, dan memberikan kesan bahwa anak tidak bisa diharapkan.

Orangtua kerap mengabaikan dampak negatif atas perkataan buruk yang diucapkannya tersebut akan membekas di dalam hati dan memori anak. Bekas ini dapat lebih dalam dari bekas luka fisik. Dampak kekerasan verbal tidak terjadi secara langsung namun melewati proses, terutama jika anak sudah biasa mengalaminya. Anak yang sering menjadi korban kekerasan verbal dan tidak mendapatkan pemulihan, kelak akan memproses anak menjadi individu yang bermasalah. Biasanya anak bermasalah dengan perilaku dan karakternya, ini terlihat ketika anak menginjak usia remaja. Dampak ini bisa menjadikan anak menjadi anak yang tidak tahu sopan-santun, tidak bisa menghargai orang lain, mau sesuka hatinya, pemberontak, juga ada menjadi anak yang penakut dan rendah diri yang memengaruhi citra diri mereka.

Orangtua harus mampu mengkontrol diri dengan menjaga ucapan untuk menghindari hal tersebut terjadi pada anak. Orangtua harus mampu menyampaikan ucapan kepada anak secara baik-baik dan menunjukan sikap dan perilaku yang sesuai sehingga menjadi teladan bagi anak. Ada kondisi di mana orangtua berada dalam keadaan emosi yang tidak stabil. Ketika orangtua mengalami keadaan ini, kehati-hatian dalam menjaga ucapan sangat dibutuhkan. Orangtua dapat mengalihkan perhatian sejenak dari anak untuk mengendalikan emosinya sehingga akan menjaga hanya kata-kata baik dan manis yang diberikan kepada anak.

 

Share

Related posts

Leave a Comment