Cerita Aktivitas bagi Anak Penyandang Autis

Share

Anak penyandang autis banyak yang mengalami gangguan dalam komunikasi. Hambatan komunikasi ini tentunya dapat menyebabkan anak mengalami kesulitan berkomunikasi dari orang lain.

Ada berbagai cara untuk membantu anak penyandang autis belajar berkomunikasi. Salah satu latihan yang sangat mudah dapat diberikan kepada anak penyandang autis yakni latihan dengan menyusun cerita terstruktur tentang suatu aktivitas. Metodenya berupa penggambaran suatu aktivitas secara konkret yang belum dipahami anak.

Metode pelaksanaan pelatihan ini bertujuan untuk memberi pemahaman situasi suatu aktivitas kepada anak. Anak belajar urutan dari suatu aktivitas secara benar dan anak juga belajar menceritakan dari urutan gambar tersebut. Agar anak mudah memahami suatu aktivitas berikan cerita berkesinambungan dari awal sampai akhir secara sistematis. Media latihan yang sangat mudah untuk digunakan orangtua atau pendamping anak dalam melatih anak yakni dengan kertas bergambar tentang kegiatan yang akan dilatihkan tersebut. Gambar dapat dicari melalui media internet

Langkah-langkah membuat sebuah aktivitas dalam bentuk gambar, sebagai berikut:

1. Tentukan sebuah aktivitas atau kata yang akan diajarkan kepada anak. Aktivitas atau kata yang tentunya masih asing bagi anak sehingga menjadi kegiatan baru dalam rutinitas anak. Contoh aktivitas : menggoreng telor

a. Buatlah pada selembar karton besar, gambarlah 5 (lima) kotak untuk menempelkan masing-masing gambar yang menunjukkan langkah demi langkah cara

menggoreng telor.

b. Kotak ke-1 : tempelkan gambar dan buat tulisan “ambil telor dan siapkan penggorengan”

c.  Kotak ke-2 : tempelkan gambar dan buat tulisan “nyalakan api kompor.”

d, Kotak ke-3 : tempelkan gambar dan buat tulisan “pecahkan telor.”

e. Kotak ke-4 : tempelkan gambar dan buat tulisan “angkat telor yang sudah matang.

f. Kotak ke-5 : tempelkan gambar dan buat tulisan “telor siap dimakan.”

2. Setelah jadi, tempelkan di tempat yang selalu dilewati dan pasti dilihat anak, misal: pintu dapur.

Jika ingin mengajarkan aktivitas atau kata yang lain, sesuaikan saja pada setiap langkahnya.

Bila dilakukan dengan baik dan konsisten, metode ini sangat efektif dalam mengajarkan komunikasi kepada anak penyandang autis. Metode ini bermanfaat untuk dilakukan karena anak penyandang autis sulit menerima konsep yang abstrak. Dengan melakukan metode ini hal yang tadinya abstrak akan menjadi konkret bagi anak penyandang autis. Penerapan metode ini memerlukan kerja sama seluruh anggota keluarga sehingga penerapannya lebih bersifat umum dan dapat melatih kemampuan anak untuk mengeneralisasikannya.

aktivitas-story-menggoreng-telor

Share

Related posts

Leave a Comment