Mengenal Bakat Anak

Share

Kini banyak diadakan acara-acara pencarian bakat anak. Bukan rahasia umum lagi jika ajang pencarian bakat menjadi cara instan bagi sebagian orang untuk meraih sukses di panggung hiburan. Ajang pencarian bakat yang dilombakan pun beraneka ragam, ada menyanyi, menari, memasak, sulap dan sebagainya.

Mengenal bakat anak bagi sebagian orangtua belum menjadi sebuah kegiatan yang penting dan masuk dalam agenda untuk dilakukannya. Masih banyak orangtua yang belum paham apa manfaat dari mengenal bakat anak.  Bahkan ada orangtua, ketika mendapat pertanyaan apa bakat anak mereka, ini menjadi sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Orangtua biasanya akan berkata, “anak saya saya biasanya sih suka main…”

Bagaimana mengenal bakat anak? Ini pertanyaan yang sering dilontarkan orangtua. Mengapa penting bagi orangtua mengenal bakat anak?

Apa itu bakat? Banyak para ahli mengemukakan definisi bakat. Namun bahasa sederhananya, bakat adalah kemampuan seorang anak yang bersifat khusus dalam suatu bidang tertentu. Bakat setiap anak berbeda-beda. Ada anak berbakat dalam melukis, berkata-kata, berhitung, menari, menyanyi, menulis, mekanik, berbahasa dan sebagainya. Disinilah dituntut peran orangtua harus jeli melihat bakat anak sejak dini. Ketika orangtua telah mengetahui bakat anak, tentunya dapat membantu orangtua dalam merencanakan masa depan anak. Karena dengan mengenal bakat anak, hal ini dapat dijadikan acuan dalam memilih jenis pendidikan yang sesuai potensi dalam diri anak.

Bagaimana caranya? Memang tidak mudah dan tidak dapat secara instan dilakukan.

Beberapa hal yang setidaknya bisa dilakukan orangtua.

*Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk anak tumbuh dan berkembang dengan maksimal. Lingkungan yang sehat dan nyaman akan menstimulasi munculnya potensi yang ada dalam diri anak sehingga anak menjadi pribadi yang cerdas dan percaya diri.

*Berikan anak kesempatan untuk melakukan kegiatan dalam rangka mengembangkan potensi kecerdasan anak lewat bermain, sehingga anak merasakan ini sebagai aktivitas yang sangat menyenangkan. Orangtua dituntut untuk dapat memberikan sarana bermain yang memiliki nilai edukasi serta menciptakan suasana bermain yang dapat menumbuhkan keingintahuan dan kemampuan berpikir yang baik dari anak.

*Tidak kalah penting, orangtua harus tahu fase tumbuh kembang anak. Untuk membantu menstimulasi otak sedari dini, anak membutuhkan asupan gizi dan nutrisi. Orangtua harus konsen memberikan kecukupan zat-zat penting yang dibutuhkan anak pada masa tumbuh kembang sesuai dengan usianya.

Share

Related posts

Leave a Comment