Belajar Mengenal Anak dengan ADHD

Share

Kita mungkin pernah melihat atau bahkan memiliki anak-anak yang tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang dalam waktu cukup lama, suka meletup-letup, suka membuat keributan, tidak mampu memperhatikan, tidak bisa berkonsentrasi dan tidak fokus mengerjakan tugas sekolah.

Anak dengan ciri-ciri ini kemungkinan besar mengalami ADHD yang kepanjangannya Attention Deficit Hyperactivity Disorder.

Anak yang mengalami ADHD biasanya baru akan terdeteksi ketika anak masuk usia sekolah. Perilaku anak ini akan menjadi keluhan di sekolah. Pihak sekolah, terutama gurunya akan mengeluhkan anak sulit diatur dan dididik, sulit untuk tenang, sering mengganggu orang lain, suka memotong pembicaraan guru atau teman, mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran, juga prestasi belajar anak tidak bisa maksimal.

Apakah itu ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder?

ADHD adalah sebuah gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan anak yang mengalaminya menjadi hiperaktif, impulsif dan sulit berkonsentrasi.

Penyebab pasti anak mengalami ADHD belum diketahui. Teori menyebutkan beberapa penyebabnya antara lain keracunan, komplikasi pada saat ibu melahirkan, alergi terhadap gula dan beberapa jenis makanan, dan kerusakan pada otak. ADHD ada hubungannya juga dengan genetika seorang anak namun bukan berarti kalau salah seorang orangtua menderita ADHD, anak juga akan mengalami ADHD. Meskipun teori ini ada benarnya, banyak kasus ADHD yang tidak cocok dengan penyebab tersebut.

Sangat penting untuk menyadari bahwa banyak perilaku negatif yang timbul dari dampak mengalami ADHD. Pendekatan untuk membantu anak yang menderita ADHD agar mereka dapat belajar untuk mengendalikan perilaku negatif ini dan memaksimalkan potensi diri dan prestasinya, diperlukan kerja sama dengan tenaga profesional, seperti psikolog, dokter anak, atau therapist anak ADHD. Bekerja sama dengan tenaga professional ini tentu dapat membantu orangtua untuk membuat rencana pengobatan perilaku individual atas gejala ADHD yang dialami anak.

Memberikan layanan bimbingan konseling dan terapi sesuai dengan kebutuhan anak merupakan bagian dari treatment yang dapat dilakukan.

 

Share

Related posts

Leave a Comment