Tips: Mengajar Belajar Membaca kepada Anak Hyperaktif

Share

Mengajar membaca kepada anak dengan Hyperaktif  itu sebenarnya mudah dan sederhana, tidak jauh berbeda dengan anak pada umumnya. Namun demikian, ada hal-hal yang perlu dilakukan untuk membuat anak dapat menikmati prosesnya. Kesabaran, kontinuitas dan situasi yang menyenangkan sangat berpengaruh untuk kemajuan perkembangan membaca anak.

Beberapa hal perlu diperhatikan saat mengajar anak membaca.

  • Buat suasana belajar senyaman mungkin.
  • Lakukan proses belajar sekreatif Anda.
  • Hal terpenting di awal mengajar anak membaca, perkenalkan anak dengan sebuah kata, bukan huruf. Gunakan kata-kata hanya sampai batas kata yang telah akrab dengan anak. Mengajarkan huruf terlebih dahulu akan membuat anak terlalu keras berpikir karena huruf adalah abstrak.
  • Hindari menggunakan riil buku di awal mengajar anak. Banyaknya aturan kata yang belum dipelajari dapat membingungkan anak.
  • Media belajar dapat menggunakan kartu flash atau dibuat sendiri, sekreasi Anda. Anda bisa membuat kartu flash dari kertas HVS. Gambar dan tulislah kata pada setiap halaman, yang mendeskripsikan kata yang akan diajarkan kepada anak.
  • Tunjukkan sebuah gambar sederhana dengan sedikit gambar sehingga anak mendapat gambaran dari gambar tersebut.
  • Ketika mengajar anak gunakan suara bulat dan terdengar jelas.
  • Minta anak untuk mengucapkan kata dengan suara yang jelas.
  • Tidak perlu memberikan penjelasan arti dari kata yang dipelajari anak.
  • Buatlah jadwal tetap latihan anak selama 6 hari.

Cara membuat kartu flash

  1. Ambil beberapa lembar kertas HVS kosong, lalu gunting menjadi 4 potong. Dapat juga menggunakan karton.
  2. Buat 3 kategori kata dan gambar. Masing-masing kategori sebanyak 5 kata dan gambar

Kategori A, kategori B dan kategori C  yang berbeda. Gunakan tema yang sering bersentuhan dengan aktivitas anak.

misal: Kategori  A: Anggota keluarga (Ayah, Ibu, Kakak, Adik, Nenek), Kategori B: Nama hewan (Anjing, Kucing, Ayam, Burung, Ikan) dan Kategori C: Nama buah (Jeruk, Pisang, Apel, Pepaya, Strawberi)

Cara melatih anak untuk 6 hari.

1.Pada hari pertama pelajaran, lakukan untuk kategori A cukup sebanyak 3x.

a. Ambil 1 kartu yang paling depan dari kategori A

b. Bacakan dengan suara bulat dan jelas terdengar.

c. Minta anak mengulanginya.

d. Pada detik kedua, ambil kartu berikutnya dari belakang dan lakukan seperti langkah pertama.

e. Perhatikan ekspresi wajah anak ketika menyebutkan kata, amati kata yang disukai dan yang tidak disukai anak.

f. Jangan meminta anak mengulang kata-kata yang Anda bacakan tadi.

g. Setelah anak belajar satu kategori (lima kata), pelajaran dihentikan sementara. Beri anak reward (sesuatu yang menjadi kesukaan anak tetapi yang tidak menimbulkan distraksi).

h. Lakukan latihan ini sebanyak 3x.

2. Hari kedua, ulangi aktivitas di hari pertama dan tambahkan kategori B. Cukup masing-masing kategori 3x pengulangan.

3. Hari ketiga, lakukan pengulangan kategori A, kategori B dan kategori C sebanyak masing-masing kategori 3x

4. Hari keempat sampai dengan keenam lakukan teknik yang sama seperti hari ketiga.

5. Setelah hari keenam, ambil 1 kata dari setiap kategori dan gantilah dengan sebuah kata baru.

Setiap satu kategori yang Anda bacakan selesai, langsung diacak agar anak tidak dapat menebak urutan kata.

Jangan pernah mengulang kata yang sudah Anda bacakan, sehingga Anda tidak salah menandai tiap kata yang sudah dibacakan.

Tandai dengan pensil. Tanda ini dapat dijadikan patokan sudah berapa kali kata ini Anda bacakan.

Dalam 1 sesi pelajaran, anak cukup mempelajari 15 kartu kata dengan durasi 15 menit. Buatlah jadwal latihan 3 sesi per hari.

Share

Related posts

Leave a Comment