Belajar Mengenal Anak dengan Retardasi Mental

Share

Retardasi mental atau slow learner adalah ketidakmampuan yang ditandai dengan fungsi intelektual di bawah rata-rata dan rendahnya kemampuan untuk menyesuaikan diri. Terjadi sejak masa perkembangan dalam kandungan. Kemampuan jiwapun gagal berkembang secara wajar.

Anak penyandang retardasi mental mulai didiagnosis sejak masih anak-anak. Orangtua baru menyadari adanya keterlambatan dalam tumbuh kembang anak ketika dibandingkan dengan saudara atau teman sebayanya. Contohnya, anak belum dapat berjalan sedangkan teman-teman sebayanya mulai berjalan.

Kemampuan intelektual anak penyandang retardasi mental yang terbatas ini, ditandai dengan IQ di bawah 70.

Anak dengan retardasi mental seringkali dianggap sebagai pribadi yang inferior (lebih rendah) dibandingkan dengan anak pada umumnya. Hal ini tampak dari perlakuan orang-orang di sekitarnya memberikan ruang gerak yang terbatas pada kehidupan mereka sehari-hari. Selain itu, kurangnya penerimaan dari orangtua tak jarang menyebabkan perkembangan mereka semakin terhambat.

Mental, inteligensi, perasaan dan kemauan anak retardasi mental yang berada pada tingkat rendah, berdampak kepada mengalami hambatan dalam penyesuaian diri.

Baik-buruk perkembangan kemampuan anak dengan retardasi mental sangat bergantung pada lingkungan di sekitarnya. Tentunya dalam hal ini, keluarga memiliki peranan terbesar untuk membantu anak dengan retardasi mental menjadi pribadi mandiri. Orangtua dan saudara harus mampu menerima keterbatasan anak dengan retardasi mental sehingga dapat memberikan pengasuhan yang tepat dan sesuai kebutuhan mereka.

Share

Related posts

Leave a Comment