Pentingnya Peran Ayah Dalam Pengasuhan Anak

Share

Selain sebutan ayah, ada beberapa panggilan lainnya yang sering kita dengar ke luar dari mulut seorang anak. Khususnya di Indonesia, yang memiliki ratusan bahasa daerah sehingga ada beraneka ragam kata untuk memanggil ayah. Amang/among (Batak), babe (Betawi), abak (Minang), abah (Sunda) dan sebagainya. Belum lagi sebutan yang diserap dari bahasa asing, seperti: papa, papi, daddy, abi bahkan baba.

Peranan ayah dalam keluarga besar sekali. Tugas ayah paling berat dan vital di dalam keluarga. Ayah adalah pemimpin sebuah keluarga dan bagian yang tak terpisahkan sehingga bagaimanapun, sosok seorang ayah itu tak tergantikan. Sosok ayah dalam pengasuhan anak kerap tidak terlalu terlihat dibanding ibu. Di masyarakat, khususnya Indonesia, sosok ibu sangat menonjol dalam pengasuhan anak. Umumnya semua urusan domestik rumah tangga termasuk pengasuhan anak (pendidikan, kesehatan dan kebutuhan anak lainnya) menjadi tugas dan tanggung jawab seorang ibu.

Banyak anggapan, pembagian tugas untuk seorang ayah dibatasi hal-hal yang berkaitan sebagai sumber keuangan keluarga. Ayah harus bekerja keras di luar rumah agar dapat memenuhi kebutuhan materi keluarga. Tidak sedikit pula akhirnya tugas pengasuhan anak diserahkan sepenuhnya kepada ibu. Padahal, dalam mengasuh anak ada banyak dinamika yang terjadi, sehingga anak membutuhkan pengasuhan dari kedua orangtuanya.

Seiring perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi yang tidak dapat terbendung lagi, makin menuntut dari orangtua memberikan perhatian ekstra kepada pengasuhan anak agar tidak terimbas dampak negatif kemajuan jaman. Tumbuh kembang anak yang maksimal akan terjadi jika pengasuhan yang benar ada langsung di tangan orangtua. Ayah dan ibu bersama-sama mengambil peranan yang sejajar memberikan pengasuhan yang tepat kepada anak. Mengingat pengasuhan anak tidak hanya tanggung jawab seorang ibu, dan semakin banyak pula ibu yang bekerja di luar rumah sehingga tugas pengasuhan anak pun harus seimbang dipikul ayah dan ibu agar anak  tumbuh dan berkembang dengan semestinya.

Dalam mengasuh anak, kini semakin banyak para ayah yang sigap dan tidak merasa risih melakukan tugas yang selama ini kebanyakan dilakukan para ibu. Sebagai contoh, kegiatan mengantar anak ke sekolah. Banyak para ayah, khususnya yang memiliki anak yang sekolah di tingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar dengan langkah ringan mengantar anak ke sekolah setiap hari. Menurut beberapa orang merupakan aktivitas biasa, yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Namun, ketika seorang ayah mengantar anak ke sekolah, ada nilai di dalamnya. Anak akan merasa dirinya lebih berharga dan penting bagi ayah karena sudah bersedia meluangkan waktu setiap pagi untuk mengantarnya. Terlihat sederhana, namun hal ini dirasa sangat penting bagi anak, khususnya mereka yang memiliki ayah dengan jam kerja sibuk sehingga jarang bertemu dengan ayahnya. Jika ini dijadikan kegiatan rutin, dapat dipastikan hubungan kedekatan ayah dengan anak akan semakin erat dan terjaga.

Dahulu, banyak orang beranggapan bahwa seorang ayah harus bekerja di luar rumah, namun dengan dampak positif dari perkembangan jaman, kini ruang gerak ayah bekerja semakin luas sehingga mereka dapat memberikan perhatian ekstra kepada anak-anaknya. Bahkan, tidak sedikit pula para ayah yang bersedia bekerja dari rumah agar peranan orangtua mengasuh anak dapat berjalan dengan baik dan pengasuhan anak maksimal diberikan.

Berbagai penelitian yang dilakukan selama empat dasawarsa telah membuktikan bahwa seorang ayah memiliki peran dalam kesuksesan anak-anaknya. Peran seorang ayah dapat mempengaruhi kehidupan sosial, prestasi di sekolah, dan pencapaian cita-cita anak-anaknya.

Share

Related posts

Leave a Comment