Pelatihan: Membuat Kurikulum Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Share

Kurikulum dapat diartikan secara sempit dan secara luas. Secara sempit kurikulum diartikan sejumlah mata pelajaran yang harus diikuti atau diambil peserta didik untuk dapat menamatkan pendidikannya pada lembaga tertentu, sedangkan secara luas kurikulum diartikan dengan semua pengalaman belajar yang diberikan sekolah kepada peserta didik selama mengikuti pendidikan pada jenjang pendidikan tertentu.

Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat (19) yang berbununyi: “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”.

Usaha-usaha untuk memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik dapat berlangsung di dalam kelas maupun di luar kelas baik yang dirancang secara tertulis maupun tidak, asal ditujukan untuk membentuk lulusan yang berkualitas.

Anak yang mengikuti sekolah regular tentunya kurikulum belajar telah ditetapkan secara standar baik oleh pemerintah ataupun lembaga penyelenggara pendidikan. Saat ini sekolah nasional menerapkan Kurikulum 2013 (dikenal dengan K-13) sedangkan sekolah internasional di Indonesia ada yang mengadop Kurikulum Montessori, Cambridge International, International Baacalaureate (IB), International Primary Curriculum (IPC) dan Singaporean Primary School Curriculum (SPC). Semua kurikulum ini telah diobservasi, diaplikasikan dan dievaluasi kepada anak-anak yang memiliki kemampuan standar dan minim menyandang gangguan belajar sehingga dapat mandiri mengikuti program belajar ini.

Anak berkebutuhan khusus akibat gangguan perkembangan yang mereka sandang memiliki kemampuan terbatas dengan tingkatan beragam sehingga anak perlu difasilitasi dengan kurikulum pendidikan khusus. Mengingat kurikulum merupakan bagian terpenting dari sistem pendidikan maka pengembangan kurikulum pendidikannya harus berorientasi kepada kebutuhan anak dengan mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki anak.

Bagaimana membuat kurikulum pendidikan anak berkebutuhan khusus? Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat kurikulum pendidikan. Semua dibahas tuntas dalam Pelatihan Membuat Kurikulum Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus.

Pelatihan Membuat Kurikulum Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (autis, adhd, downsyndrome, slowlearner, dll) diselenggarakan pada:

Waktu : Sabtu, 24 Juli 2021

Pukul : 08:00-13:00 wib

Tempat pelaksanaan : online – zoom meeting

Investasi ilmu : Rp. 300.000 per orang

Transfer investasi ilmu melalui :

Bank : BCA

No. rek : 345-1723-799

Atas nama : Terbit Van Theresia

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut klik tombol WhatsApp.

 

Share

Related posts

Leave a Comment