Mental Health Day : Overthinking, Why and How to Control It? SMA Al-Fath Cirendeu

Share

Selasa (10/10/2023)

Kita sering mendengar istilah “overthinking.” Kata ini sering digunakan remaja di dalam pergaulan sehari-hari mereka. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan overthinking? Overthinking adalah proses berlebihan dalam memikirkan atau menganalisis suatu situasi, masalah, keputusan atau tindakan yang diambil hingga menjadi terlalu rumit bahkan berkepanjangan. Hal ini dapat menjadi kontraproduktif dan mengganggu kesejahteraan mental seperti menimbulkan stres, kecemasan, dan membuat seseorang sulit untuk mengambil keputusan dengan benar dan tepat.

Remaja dengan begitu banyaknya perubahan yang sedang terjadi dalam dirinya menjadi kelompok yang rentan mengalami overthinking. Ada beberapa faktor penyebab remaja rentan overthinking, antara lain: perubahan fisik dan emosional, masalah identitas, tekanan akademik, tekanan sosial, keterbatasan pengalaman, konflik keluarga atau teman sepergaulan. Oleh karena itu sangat penting untuk memberikan edukasi tentang overthinking sebagai dukungan kepada mereka sehingga menjadi alat bagi mereka untuk dapat mengenali tanda-tanda overthinking dan belajar bagaimana mengelolanya. Ini akan sangat membantu mereka mengatasi tantangan emosional dan mental yang muncul selama masa remaja.

Dalam memperingati Mental Health Day, pada Selasa (10/10) SMA Al-Fath Cirendeu bentuk pelayanan optimal dan dukungan kepada peserta didiknya memberi mereka kesempatan untuk mendapat tambahan edukasi tentang overthinking.¬†Mengundang¬†Susi Rio Panjaitan, Psycho-Educator dari Yayasan Rumah Anak Mandiri sebagai narasumber untuk memberikan edukasi lewat pemaparan materi dalam tema: “Overthinking, Why and How to Control It?”

Setelah mendapatkan edukasi harapannya para siswa-siswi SMA Al-Fath Cirendeu memiliki kesadaran diri yang lebih baik, mampu mengelola stres, dapat mengambil keputusan yang tepat, terampil melakukan komunikasi yang baik sehingga memiliki kesejahteraan mental yang semakin baik. Dengan demikian, mereka akan lebih tahan terhadap stres, kecemasan, dan tekanan yang seringkali terjadi selama masa remaja da ini akan membantu dalam perkembangan dan kesejahteraan mereka saat dewasa.

[awl-slider id=6371]

 

Share

Related posts

Leave a Comment