Susi Rio Panjaitan Banyak orang mengira bahwa anak autis hanya mengalami kesulitan dalam komunikasi dan interaksi sosial. Padahal, ada hal lain yang sangat penting untuk dipahami, yaitu dunia sensorik mereka. Anak autis juga mengalami tantangan sensorik. Mereka merasakan suara, cahaya, sentuhan, bau, dan keramaian dengan cara yang berbeda dari kebanyakan orang. Sesuatu yang terlihat biasa bagi orang lain dapat terasa sangat mengganggu bagi mereka. Ada anak yang langsung menutup telinga ketika mendengar suara blender atau motor yang keras. Tidak sedikit anak yang langsung jitjit ketika kakinya menyentuh tanah atau lantai.…
Read MoreCategory: Artikel
TANTANGAN KOMUNIKASI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS AKIBAT HAMBATAN INTELEKTUAL DAN PERKEMBANGAN
Oleh: Susi Rio Panjaitan Secara sederhana, anak berkebutuhan khusus dapat diartikan sebagai anak yang memiliki kebutuhan-kebutuhan tertentu karena kondisi tertentu dari fisik, psikis/mental, hambatan sensorik atau tingkat intelektualnya. Kondisi tertentu tersebut dapat terjadi karena hambatan perkembangan sejak dalam kandungan, proses persalinan, atau pun pasca-lahir. Ragam dari kebutuhan khusus pada anak bermacam-macam, antara lain: autisme, adhd (attention deficit hyperactivity disorder), down syndrome, slow learner, tunanetra, tunarungu, tunawicara, celebral palsy, bipolar, skizofrenia, depresi, anxietas dan anak-anak dengan hambatan belajar. Setiap ragam kebutuhan khusus tersebut memiliki karakteristik yang khas. Selain itu, setiap anak…
Read MoreANAK YANG DIBESARKAN KAKEK NENEK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Anak dibesarkan oleh kakek dan nenek merupakan kenyataan yang cukup sering ditemukan dalam banyak keluarga. Dalam situasi ini, kakek dan nenek mengambil peran yang lebih besar dalam merawat, membimbing, dan mendampingi kehidupan sehari-hari anak. Ada anak yang tinggal bersama kakek nenek sejak kecil, sementara ada juga yang tinggal bersama mereka pada masa tertentu dalam hidupnya. Kondisi ini dapat terjadi dalam berbagai latar belakang keluarga dan tidak selalu berarti adanya masalah dalam keluarga tersebut. Dalam banyak budaya, keluarga besar memang memiliki tradisi saling membantu dalam membesarkan anak.…
Read MoreDISIPLIN POSITIF DALAM PENGASUHAN ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Suatu sore di sebuah rumah seorang ayah baru saja pulang kerja dengan tubuh lelah dan pikiran yang masih dipenuhi urusan kantor. Ketika ia membuka pintu, ia mendapati ruang tamu berantakan. Buku-buku berserakan di lantai, bantal sofa berpindah tempat, dan mainan mobil kecil memenuhi hampir seluruh ruangan. Di tengah kekacauan itu, anak laki-lakinya yang berusia sembilan tahun sedang tertawa bersama dua temannya. Mereka tampak asyik membuat “lintasan balap” dari barang-barang yang ada di rumah. Sang ayah berdiri beberapa detik memandangi pemandangan itu. Rasa kesal muncul karena pagi…
Read MoreSEKOLAH SEBAGAI RUANG AMAN BAGI ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Akhir-akhir ini, semakin sering muncul dalam berita terjadi kekerasan di sekolah. Peristiwa-peristiwa itu datang silih berganti, kadang bermula dari hal yang tampak sepele, seperti ejekan, candaan kasar, atau senioritas yang dianggap “tradisi”. Namun, semua itu berubah menjadi luka, bukan hanya di tubuh anak, tetapi juga di batin mereka. Di sebuah sekolah, seorang anak duduk di bangkunya dengan kepala tertunduk. Ia tahu bel masuk akan segera berbunyi, dan bersamaan dengan itu, bisik-bisik akan dimulai. Nama orang tuanya dijadikan bahan olok-olok, tubuhnya diejek, kesalahannya dibesar-besarkan. Setiap hari ia…
Read MoreMENCIPTAKAN LINGKUNGAN RAMAH ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Merujuk pada apa yang tertulis Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 1 Butir (1), anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Anak adalah individu yang sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan dalam segala aspek. Agar dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal, anak membutuhkan lingkungan yang ramah. Lingkungan ramah anak adalah lingkungan yang secara sadar dirancang dan dijalankan untuk melindungi, menghargai, dan mendukung tumbuh kembang…
Read MoreMEMPERSIAPKAN REMAJA AUTIS UNTUK TRANSISI KE DUNIA KERJA ATAU PERGURUAN TINGGI
Oleh: Susi Rio Panjaitan Remaja autis adalah remaja yang berada dalam fase perkembangan usia belasan tahun dan termasuk dalam Spektrum Autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD). Mereka bukan sekadar “remaja yang berbeda”, melainkan individu utuh, yang sedang menjalani masa transisi penting dari kanak-kanak menuju dewasa dengan cara yang khas, unik, dan sangat personal. Autisme bukan penyakit yang harus disembuhkan, melainkan kondisi neurodevelopmental yang memengaruhi cara individu berkomunikasi, berinteraksi sosial, berpikir, dan merespons lingkungannya. Pada masa remaja, individu dengan autistik mengalami fase transisi perkembangan yang sangat krusial. Dunia kanak-kanak yang relatif terstruktur, sedangkan…
Read MoreKOLABORASI ORANG TUA DAN SEKOLAH DALAM MENDIDIK ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Fenomena anak di sekolah pada masa kini menunjukkan kompleksitas yang semakin meningkat. Anak tidak lagi datang ke sekolah hanya sebagai peserta didik yang siap menerima pelajaran, tetapi sebagai pribadi yang membawa latar belakang keluarga, kondisi emosi, pengalaman sosial, dan pengaruh teknologi. Banyak anak tampak hadir secara fisik, tetapi secara mental dan emosional sedang berjuang. Sekolah sering kali menjadi tempat pertama di mana tekanan hidup anak muncul ke permukaan. Tuntutan akademik, aturan sosial, dan relasi dengan teman sebaya membentuk pengalaman harian mereka. Dalam situasi ini, sekolah bukan…
Read MoreWASPADAI GAMING DISORDER PADA ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Bermain game merupakan aktifitas yang hampir tidak dapat dipisahkan dari dari kehidupan anak-anak. Game tidak lagi sekadar permainan pengisi waktu luang, melainkan telah menjadi ruang sosial, sarana ekspresi diri, sekaligus medium pembelajaran bagi anak. Anak-anak masa kini lahir dan tumbuh dalam lingkungan digital. Itulah sebabnya interaksi mereka dengan game terasa alami dan intuitif. Ini terjadi bahkan sejak anak-anak berusia sangat dini. Bagi banyak anak, game memberikan pengalaman yang menyenangkan karena menghadirkan tantangan, tujuan yang jelas, serta penghargaan instan. Sistem level, poin, dan pencapaian membuat anak merasa…
Read MoreANAK DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL
Oleh: Susi Rio Panjaitan Sebagaimana dijelaskan dalam bagian Penjelasan Pasal 4 Huruf (b) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, penyandang disabilitas intelektual adalah terganggunya fungsi pikir karena tingkat kecerdasan di bawah rata-rata, antara lain lambat belajar, disabilitas grahita dan down syndrom. Anak dengan disabilitas intelektual mengalami keterbatasan dalam fungsi intelektual dan kemampuan adaptif sejak masa perkembangan. Kondisi ini memengaruhi cara anak berpikir, memahami informasi, mengambil keputusan, dan menyesuaikan diri dengan tuntutan kehidupan sehari-hari. Disabilitas intelektual bukan akibat dari kemalasan atau kurangnya kemauan belajar. Anak tidak boleh…
Read More