Permainan Tradisional: Egrang (Ingkau/Tengkak-tengkak/Jangkungan/Marjalengkat)

Merupakan salah satu bentuk kegiatan olah raga tradisional yang dapat dijumpai di berbagai daerah  Indonesia dengan nama berbeda. Seperti di Bengkulu disebut Ingkau yang berarti sepatu bambu. Sumatera Barat dinamakan Tengkak-tengkak. Lampung disebut Egrang yang berarti terompah pancung, terbuat dari pohon bambu bulat panjang dan di Jawa Tengah dikatakan Jangkungan/Egrang  yang diambil dari nama burung berkaki panjang, Batungkau di Kalimantan Selatan, Tilako di Sulawesi Tengah, dan Marjalengkat di Batak Toba. Di Pulau Jawa, permainan Egrang banyak dijumpai dan dimainkan layaknya permainan biasa, yaitu dengan berjalan kaki. Namun di daerah Sulawesi Tengah, Egrang…

Read More

Permainan Tradisional: Engklek (Setatak/Tejek-tejekan/Marsitekka)

Istilah ‘Engklek’ berasal dari bahasa Jawa, di daerah Riau disebut Setatak, di daerah Jambi disebut Tejek-tejekan, sedangkan di daerah Batak Toba dikenal Marsitekka. Merupakan permainan tradisional anak-anak yang sangat digemari dan mengambil tempat di halaman, lapangan, maupun tempat lain yang leluasa dan memiliki permukaan cukup datar sehingga kotak-kotak yang telah digambar dapat dilalui dengan lebih mudah. Engklek adalah suatu permainan tradisional lompat-lompatan pada bidang datar yang digambar di atas tanah dengan membuat gambar kotak-kotak, kemudian melompat dengan satu kaki dari kotak satu ke kotak berikutnya. Permainan ini biasanya dilakukan perorangan dan…

Read More

Permainan Tradisional: Gobak Sodor (Galasin/Cak Bur/Margala)

Di berbagai daerah di Indonesia hampir semua mengenal permainan Gobag Sodor, hanya di tiap daerah mempunyai nama yang berbeda-beda. Istilah Gobak Sodor dikenal di daerah Jawa Tengah. Di Kepulauan Natuna dikenal dengan nama Galah, sementara di Riau dikenal dengan nama Galah Panjang, di daerah Riau Daratan dikenal dengan nama Cak Bur atau Main Belon. Sedangkan di Jawa Barat, nama permainan ini adalah Galah Asin, di Makasar disebut Asing dan di daerah Batak Toba disebut Margala. Gobak Sodor adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim…

Read More

Tentang Kami

Didirikan pada bulan Desember 2008, sesuai surat Keputusan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : AHU-4978.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 24 Desember 2008, kiprah YAYASAN RUMAH ANAK MANDIRI dalam kegiatan pendidikan dimulai dengan dibukanya Sekolah Rumah Anak Mandiri, yang kegiatan sehari-harinya berfokus melatih bina diri dan memberikan edukasi dasar mata pelajaran umum kepada anak berkebutuhan khusus (abk), terutama anak-anak dengan spektrum autis, down syndrome, tunarungu dan anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan umum lainnya, antara lain keterlambatan bicara, gangguan belajar, gangguan perilaku (hiperaktif dan hipoaktif). Seiring berjalannya waktu, semula kegiatan yang berfokus kepada…

Read More

Susi Rio Panjaitan, M.Si, C.T.

Berpengalaman lebih dari 25 tahun berkecimpung di dunia anak. Sejak tahun 1999 Susi Rio Panjaitan, M.Si, C.T. telah menangani anak berkebutuhan khusus, seperti autism, asperger syndrome, learning disability, hyperactive, down syndrome, cerebral palsy dan anak-anak tunanetra dengan gangguan penyerta. Berpengalaman sebagai Konselor, Konsultan Pendidikan Anak, Dosen, Narasumber/Pembicara, Trainer, Pemerhati Anak, Terapis Anak Berkebutuhan Khusus dan Praktisi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, Susi Rio menemukan fakta bahwa banyak tantangan yang dihadapi saat ini, di mana permasalahan anak cukup kompleks baik dalam mengasuh, mendidik dan melatih anak. Selain itu menurut Susi Rio,  setiap…

Read More