MENGATASI PERILAKU SELF-DESTRUCTIVE PADA ANAK

Oleh: Susi Rio Panjaitan Pernah melihat anak marah-marah atau menangis sambil menjambak rambutnya sendiri, menggigit tangannya, membenturkan kepalanya ke dinding atau lantai, menghempaskan tubuhnya ke lantai, atau melakukan hal lain yang dapat menyakiti atau melukai dirinya sendiri? Ini adalah salah satu bentuk perilaku self-destructive. Secara sederhana, perilaku self–destructive dapat diartikan sebagai tindakan menyakiti diri sendiri, baik secara fisik, emosional, maupun psikologis, yang dapat merugikan dan membahayakan individu. Meskipun perilaku self destructive lebih sering terlihat pada orang dewasa, anak-anak dan remaja juga dapat menunjukkan tanda-tanda perilaku ini. Misalnya: menggigit atau mencakar…

Read More

Pendidikan Anti Korupsi untuk Anak: Berani Jujur, Berani Disiplin, HKBP Sutoyo Jakarta

Senin (3/6/2024) Pendidikan anti korupsi untuk anak-anak merupakan langkah penting dalam membentuk karakter yang jujur dan disiplin sejak dini. Korupsi adalah penyakit sosial yang bisa merusak tatanan masyarakat, dan pendidikan anti korupsi diharapkan dapat menjadi vaksin untuk mencegahnya. Dengan menanamkan nilai-nilai kejujuran dan disiplin kepada anak-anak, kita dapat membangun generasi yang lebih bertanggung jawab dan berintegritas tinggi. Pendidikan ini tidak hanya sekedar menyampaikan informasi tentang korupsi, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai moral yang penting dalam kehidupan sehari-hari.

Read More

Webinar ke-10: Mencegah dan Mengatasi Adiksi Gadget pada Anak, Onesimus

Senin (3/6/2024) Dalam rangkaian Seri Pembinaan Guru Sekolah Minggu edisi terakhir, yakni pertemuan ke-10 pada Minggu, 26 Mei 2024 yang diselenggarakan Onesimus mengangkat topik yang krusial dalam era digital ini: Mencegah dan Mengatasi Adiksi Gadget pada Anak. Seiring dengan perkembangan teknologi, anak-anak semakin terpapar dengan gadget dan perangkat elektronik. Hal ini menimbulkan risiko adiksi gadget yang dapat berdampak negatif pada perkembangan fisik, emosional, dan sosial anak-anak. Oleh karena itu, pengetahuan tentang cara mencegah dan mengatasi adiksi gadget pada anak menjadi sangat penting bagi para guru Sekolah Minggu.

Read More

Sekolah Minggu Ceria, HKBP Serpong

Senin (3/6/2024) Keceriaan sangat erat kaitannya dengan anak karena memainkan peran krusial dalam membentuk pola pikir dan perilaku mereka. Anak-anak yang hidup dalam lingkungan yang ceria cenderung lebih bahagia, lebih mudah beradaptasi dengan situasi baru, dan lebih optimis dalam menghadapi tantangan. Keceriaan juga membantu dalam mengurangi risiko gangguan emosional seperti kecemasan dan depresi pada anak-anak, serta memperkuat ikatan emosional antara anak dan lingkungannya, termasuk keluarga, teman sebaya, dan guru.

Read More

Webinar ke-9: Merawat Kesehatan Mental Guru Sekolah Minggu, Onesimus

Sabtu (25/5/2024) Pada Minggu, 19 Mei 2024, webinar Seri Pembinaan Guru Sekolah Minggu telah memasuki pertemuan ke-9 yang diadakan oleh Onesimus. Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian sepuluh pertemuan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan kesejahteraan para guru sekolah minggu. Webinar kali ini fokus pada topik: “Merawat Kesehatan Mental Guru Sekolah Minggu.”

Read More

Webinar ke-8: Psikologi Remaja – Memahami dan Melayani Anak Sekolah Minggu Usia Pra/Remaja, Onesimus

Sabtu (25/5/2024) Pada Minggu, 12 Mei 2024, Onesimus mengadakan webinar ke-8 dari Seri Pembinaan Guru Sekolah Minggu dengan topik: “Psikologi Remaja – Memahami dan Melayani Anak Sekolah Minggu Usia Pra/Remaja.” Acara ini tidak hanya menjadi momen penting bagi para guru sekolah minggu, tetapi juga memberikan landasan yang kuat bagi mereka dalam menangani anak-anak usia pra remaja dan remaja dengan lebih baik. Dipandu oleh narasumber  Susi Rio Panjaitan, seorang trainer bersertifikasi, praktisi psikologi anak, praktisi hukum perlindungan anak, dan psikoedukator dari Yayasan Rumah Anak Mandiri membawa pemahaman mendalam tentang hal ini.

Read More

MEMBANTU ANAK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SOSIAL

Oleh: Susi Rio Panjaitan Manusia adalah mahluk sosial. Secara alamiah manusia butuh berinteraksi, berkomunikasi, dan membentuk hubungan dengan orang lain guna memenuhi kebutuhan fisiologis, psikologis, dan emosionalnya. Dalam proses komunikasi dan interaksi tersebut, individu perlu memiliki keterampilan sosial. Keterampilan sosial merujuk pada suatu kondisi dimana individu mampu berkomunikasi, berinteraksi dan membangun hubungan yang baik dengan orang lain dalam konteks sosial, dengan cara yang dapat diterima oleh masyarakat. Individu yang yang memiliki keterampilan sosial yang baik  cenderung mampu berkomunikasi dengan jelas dan efektif, memahami emosi orang lain, menunjukkan empati, bekerja sama…

Read More

KETIKA ANAK JATUH CINTA

Oleh: Susi Rio Panjaitan Menurut UU Perlindungan Anak sebagaimana tertulis dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 1 Ayat (1), anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Anak adalah individu yang sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa-komunikasi, sosial, emosional, moral-spiritual, dan psikoseksual. Ketika memasuki usia belasan tahun, anak memasuki suatu masa yang dikenal dengan pubertas. Di masa ini, anak mencapai kematangan reproduksi. Terjadi perubahan fisik,…

Read More

MENGATASI PERILAKU BICARA KASAR DAN KOTOR PADA ANAK

Oleh: Susi Rio Panjaitan “Suatu hari datang ke tempat kami sepasang suami istri bersama putri mereka yang berusia sepuluh tahun. Mereka datang dalam upaya mencari nasihat karena mereka mendapat teguran dari sekolah terkait putri mereka itu. Menurut mereka, sekolah sudah kewalahan menghadapi anak itu karena anak itu sangat suka berbicara kotor dan kasar kepada hampir semua orang. Anak-anak lain di sekolah itu mereka tidak nyaman. Akibatnya, orangtua dari anak-anak tersebut mengajukan protes ke sekolah.” Peristiwa dimana perilaku anak dikeluhkan akibat si anak suka berbicara kasar dan kotor bukan hanya terjadi…

Read More

MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN KREATIF PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS SEBAGAI UPAYA MENCAPAI KEMANDIRIAN

Oleh: Susi Rio Panjaitan Keterampilan kreatif merupakan kemampuan individu dalam menghasilkan ide baru, memecahkan masalah dengan cara yang inovatif, atau melahirkan produk tertentu. Untuk memiliki keterampilan kreatif diperlukan kemampuan berpikir kreatif yang tidak biasa (out of the box), daya imajinasi, kemampuan menggabungkan berbagai ide yang berbeda, kemampuan menghadapi tantangan dengan cara yang unik dan efektif, kemampuan berkolaborasi dengan orang lain, fleksibilitas berpikir, kemampuan melihat peluang dalam segala hal, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan situasi atau lingkungan. Dengan keterampilan kreatif dapat dihasilkan banyak hal, antara lain: desain-desain visual yang unik dan…

Read More