Pengantar
Kadang teman mengajak kita melakukan hal yang salah. Tapi kita bisa tetap bermain dan bersenang-senang tanpa ikut nakal. Yuk, baca cerita “Main Bersama, Tapi Tidak Ikut Nakal” dan lihat bagaimana Bian dan teman-temannya belajar bertanggung jawab!
Main Bersama, Tapi Tidak Ikut Nakal
Pagi itu udara di Kota Salatiga sejuk. Di kelas 5 Sekolah Dasar Belajar Menjadi Pintar, suasana ramai karena ada murid baru dari Jakarta, Bian. Ia ramah dan suka bercanda, sehingga cepat akrab dengan teman-temannya.
“Bian, nanti waktu istirahat kita main bareng, ya!” kata Lista, anak perempuan yang ceria.
Bian tersenyum, “Boleh banget!”
Di kelas itu juga ada Nadav dan Jaya. Nadav suka mengganggu teman-temannya dan sering membuat kelas ribut, sementara Jaya biasanya ikut-ikutan Nadav.
Beberapa hari kemudian, guru matematika tidak masuk karena sakit, tapi tetap memberi tugas.
“Kerjakan latihan di halaman 45 sampai 47, ya,” pesan guru pengganti sebelum meninggalkan kelas.
Semua anak mulai menulis, kecuali Nadav dan Jaya.
“Ah, ngapain ngerjain sekarang? Kita main dulu aja!” kata Nadav.
Jaya mengangguk. “Iya, nanti nyontek Bian aja.”
Bian tetap serius belajar. Tak lama, tugasnya sudah selesai.
Nadav mendekat sambil berkata,
“Eh, Bian, kasih liat dong jawabanmu. Aku belum ngerjain.”
Bian tersenyum. “Kerjain dulu yang bisa kamu jawab. Nanti aku bantu bagian yang susah.”
“Ah, ribet banget!” kata Nadav kesal.
Jaya menimpali, “Iya! Kamu kan anak baru, harus nurut sama Nadav.”
Bian tetap tenang. “Aku nggak mau menyontek dan nggak mau bantu orang menyontek. Itu salah.”
Nadav marah dan menepuk meja Bian. Kelas jadi ribut.
Melihat itu, Lista segera pergi memanggil guru piket, Pak Yakin.

Pak Yakin masuk ke kelas dan menenangkan anak-anak.
“Nadav, kamu harus belajar disiplin dan menyelesaikan tugasmu.
Jaya, jangan ikut-ikutan berbuat salah.
Bian, kamu sudah benar. Tetap bertanggung jawab walau temanmu berbuat salah.”
Kelas pun kembali tenang. Nadav berkata lirih, “Maaf, Pak… Maaf juga, Bian.”
Bian tersenyum. “Nggak apa-apa. Yuk, aku bantu kerjain yang belum bisa.”
Akhirnya semua anak belajar lagi. Nadav dan Jaya sadar bahwa menjadi teman yang baik tidak berarti ikut berbuat salah.
—
Pesan Moral
- Kamu tetap bisa bermain seru sama teman-temanmu tanpa harus ikut melakukan hal yang salah.
- Menjadi baik adalah pilihan sendiri, walau teman lain berbeda.
(\TR)
