Rabu (10/6/2026)
Setiap anak memiliki karakteristik, kemampuan, dan kebutuhan belajar yang berbeda. Oleh karena itu, Guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran penting dalam membantu sekolah memberikan layanan yang sesuai bagi setiap peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus. Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan Susi Rio Panjaitan sebagai dosen tamu dan narasumber. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap kebutuhan individu anak, kerja sama dengan orang tua, serta upaya menciptakan lingkungan sekolah yang ramah dan inklusif.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan mahasiswa yang aktif menyampaikan pertanyaan, pengalaman, dan pandangan terkait peran Guru BK di sekolah. Berbagai tantangan yang sering ditemui dalam pendampingan anak berkebutuhan khusus turut dibahas, mulai dari proses identifikasi kebutuhan anak, komunikasi dengan keluarga, hingga koordinasi dengan guru dan pihak sekolah. Melalui diskusi ini, peserta diajak untuk memahami bahwa layanan yang efektif memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak.
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peran Guru BK dalam Mengoptimalkan Layanan bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah” diselenggarakan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Kristen Indonesia (UKI) pada Senin, 8 Juni 2026, di Video Conference Room Kampus UKI Cawang. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai pendidikan inklusif, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta memperkuat pemahaman tentang peran Guru BK dalam mendukung perkembangan dan kesejahteraan seluruh peserta didik di sekolah.
