Kamis (15/5/2025)
Kekerasan seksual pada anak merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak anak yang berdampak serius terhadap tumbuh kembang fisik, psikologis, dan sosial anak. Kasus-kasus yang terjadi seringkali tidak terungkap karena kurangnya pemahaman dan keberanian anak untuk melapor, serta minimnya pengetahuan orang dewasa di sekitar mereka untuk mendeteksi tanda-tanda kekerasan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan yang menyeluruh, salah satunya melalui kegiatan lokakarya yang memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada berbagai pihak yang terlibat dalam kehidupan anak.
Lokakarya pencegahan kekerasan seksual pada anak menjadi sarana penting untuk memberikan edukasi yang tepat tentang cara melindungi anak sejak dini. Dalam lokakarya ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun komunikasi yang aman dengan anak, mengenalkan batasan tubuh pribadi, serta menciptakan lingkungan yang mendukung anak untuk berani berbicara jika mengalami hal yang tidak menyenangkan. Dengan pendekatan yang mudah dipahami, lokakarya ini membantu peserta memahami peran mereka dalam mencegah kekerasan seksual secara konkret.
Kegiatan lokakarya ini sangat penting diikuti oleh lembaga-lembaga pendidikan, keagamaan, maupun pelayanan sosial yang bersentuhan langsung dengan anak-anak. Lembaga memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan ruang aman bagi anak. Melalui lokakarya, lembaga dapat membangun sistem perlindungan internal, memperkuat kebijakan pencegahan, serta membekali stafnya dengan keterampilan mengenali dan merespons kasus kekerasan secara tepat dan cepat. Dengan demikian, lokakarya ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan berdampak langsung pada upaya perlindungan anak.
Lokakarya ini diselenggarakan oleh JKLPK Indonesia untuk wilayah JKLPK Kalimantan Tengah Selatan pada Rabu, 14 Mei 2025, dengan menghadirkan Susi Rio Panjaitan, sebagai narasumber. Susi Rio Panjaitan merupakan seorang praktisi yang berpengalaman dalam isu perlindungan anak dan pencegahan kekerasan seksual. Diharapkan, melalui lokakarya ini, para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dan memperkuat upaya bersama dalam menciptakan dunia yang lebih aman bagi anak-anak.
