Oleh: Susi Rio Panjaitan Akhir-akhir ini, semakin sering muncul dalam berita terjadi kekerasan di sekolah. Peristiwa-peristiwa itu datang silih berganti, kadang bermula dari hal yang tampak sepele, seperti ejekan, candaan kasar, atau senioritas yang dianggap “tradisi”. Namun, semua itu berubah menjadi luka, bukan hanya di tubuh anak, tetapi juga di batin mereka. Di sebuah sekolah, seorang anak duduk di bangkunya dengan kepala tertunduk. Ia tahu bel masuk akan segera berbunyi, dan bersamaan dengan itu, bisik-bisik akan dimulai. Nama orang tuanya dijadikan bahan olok-olok, tubuhnya diejek, kesalahannya dibesar-besarkan. Setiap hari ia…
Read More