Oleh: Susi Rio Panjaitan Merujuk pada apa yang tertulis Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 1 Butir (1), anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Anak adalah individu yang sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan dalam segala aspek. Agar dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal, anak membutuhkan lingkungan yang ramah. Lingkungan ramah anak adalah lingkungan yang secara sadar dirancang dan dijalankan untuk melindungi, menghargai, dan mendukung tumbuh kembang…
Read MoreCategory: Slider
MEMPERSIAPKAN REMAJA AUTIS UNTUK TRANSISI KE DUNIA KERJA ATAU PERGURUAN TINGGI
Oleh: Susi Rio Panjaitan Remaja autis adalah remaja yang berada dalam fase perkembangan usia belasan tahun dan termasuk dalam Spektrum Autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD). Mereka bukan sekadar “remaja yang berbeda”, melainkan individu utuh, yang sedang menjalani masa transisi penting dari kanak-kanak menuju dewasa dengan cara yang khas, unik, dan sangat personal. Autisme bukan penyakit yang harus disembuhkan, melainkan kondisi neurodevelopmental yang memengaruhi cara individu berkomunikasi, berinteraksi sosial, berpikir, dan merespons lingkungannya. Pada masa remaja, individu dengan autistik mengalami fase transisi perkembangan yang sangat krusial. Dunia kanak-kanak yang relatif terstruktur, sedangkan…
Read MoreKOLABORASI ORANG TUA DAN SEKOLAH DALAM MENDIDIK ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Fenomena anak di sekolah pada masa kini menunjukkan kompleksitas yang semakin meningkat. Anak tidak lagi datang ke sekolah hanya sebagai peserta didik yang siap menerima pelajaran, tetapi sebagai pribadi yang membawa latar belakang keluarga, kondisi emosi, pengalaman sosial, dan pengaruh teknologi. Banyak anak tampak hadir secara fisik, tetapi secara mental dan emosional sedang berjuang. Sekolah sering kali menjadi tempat pertama di mana tekanan hidup anak muncul ke permukaan. Tuntutan akademik, aturan sosial, dan relasi dengan teman sebaya membentuk pengalaman harian mereka. Dalam situasi ini, sekolah bukan…
Read MoreWASPADAI GAMING DISORDER PADA ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Bermain game merupakan aktifitas yang hampir tidak dapat dipisahkan dari dari kehidupan anak-anak. Game tidak lagi sekadar permainan pengisi waktu luang, melainkan telah menjadi ruang sosial, sarana ekspresi diri, sekaligus medium pembelajaran bagi anak. Anak-anak masa kini lahir dan tumbuh dalam lingkungan digital. Itulah sebabnya interaksi mereka dengan game terasa alami dan intuitif. Ini terjadi bahkan sejak anak-anak berusia sangat dini. Bagi banyak anak, game memberikan pengalaman yang menyenangkan karena menghadirkan tantangan, tujuan yang jelas, serta penghargaan instan. Sistem level, poin, dan pencapaian membuat anak merasa…
Read MoreRefleksi Awal Tahun: Tahun Baru, Komitmen Baru terhadap Kepentingan Terbaik Anak, JKLPK Indonesia
Rabu (21/01/2026) JKLPK Indonesia melalui JKLPK Region Jabodetabek menyelenggarakan kegiatan Refleksi Awal Tahun dengan tema “Tahun Baru, Komitmen Baru terhadap Kepentingan Terbaik Anak” pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh para partisipan JKLPK sebagai momentum awal tahun untuk memperkuat nilai dan komitmen dalam menjalankan peran pendampingan dan perlindungan anak.
Read MorePelayanan Pendidikan dan Psikososial Pascabencana: Kolaborasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Caritas Indonesia, 3-15 Januari 2026
Sabtu (17/1/2026) Dalam rangka mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana di Tapanuli Tengah, Tim Kolaborasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Caritas Indonesia melaksanakan rangkaian kegiatan pendampingan secara berkelanjutan.
Read MoreKreasi Gambar & Mewarnai #4
Ini keluarga kecil ayam. Ada induk ayam ibunya, ayam jantan bapaknya, dan satu anak ayam. (/CSO)
Read MoreANAK DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL
Oleh: Susi Rio Panjaitan Sebagaimana dijelaskan dalam bagian Penjelasan Pasal 4 Huruf (b) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, penyandang disabilitas intelektual adalah terganggunya fungsi pikir karena tingkat kecerdasan di bawah rata-rata, antara lain lambat belajar, disabilitas grahita dan down syndrom. Anak dengan disabilitas intelektual mengalami keterbatasan dalam fungsi intelektual dan kemampuan adaptif sejak masa perkembangan. Kondisi ini memengaruhi cara anak berpikir, memahami informasi, mengambil keputusan, dan menyesuaikan diri dengan tuntutan kehidupan sehari-hari. Disabilitas intelektual bukan akibat dari kemalasan atau kurangnya kemauan belajar. Anak tidak boleh…
Read MorePERAN AYAH DALAM PERKEMBANGAN ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Sering kali ayah digambarkan sebagai sosok yang tidak selalu banyak bicara namun berkarisma. Dalam banyak budaya, ayah dipandang sebagai pencari nafkah. Pada pundak ayah diletakkan tanggung jawab untuk melindungi semua anggota keluarga dan memastikan semua kebutuhan masing-masing anggota keluarga terpenuhi. Akan tetapi, peran ayah tidak hanya itu. Ayah memiliki peran penting dalam perjalanan tumbuh kembang anak-anaknya. Ia adalah pendidik pertama dan utama, orang aman, sahabat terbaik bagi anak, sekaligus teladan bagi anak-anaknya. Sejak seorang anak lahir ke dunia, selain ibu, ayah adalah pendidik pertama dan utama…
Read MoreSTOP MEROKOK DI LINGKUNGAN ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 1999 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan Pasal 1 Angka (1) tertulis: “Rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman nicotiona tabacum, nicotiana rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan.” Rokok merupakan salah satu zat adiktif yang bila digunakan mengakibatkan bahaya kesehatan bagi individu maupun masyarakat. Kementerian Kesehatan dalam lamannya mengatakan bahwa rokok berdampak buruk perokok aktif maupun perokok pasif. Kemenkes menjelaskan, selain…
Read More