Oleh: Susi Rio Panjaitan Suatu sore di sebuah rumah seorang ayah baru saja pulang kerja dengan tubuh lelah dan pikiran yang masih dipenuhi urusan kantor. Ketika ia membuka pintu, ia mendapati ruang tamu berantakan. Buku-buku berserakan di lantai, bantal sofa berpindah tempat, dan mainan mobil kecil memenuhi hampir seluruh ruangan. Di tengah kekacauan itu, anak laki-lakinya yang berusia sembilan tahun sedang tertawa bersama dua temannya. Mereka tampak asyik membuat “lintasan balap” dari barang-barang yang ada di rumah. Sang ayah berdiri beberapa detik memandangi pemandangan itu. Rasa kesal muncul karena pagi…
Read More