Oleh: Susi Rio Panjaitan Korupsi identik dengan penyalahgunaan kekuasaan untuk keuntungan pribadi atau kelompok. Biasanya, korupsi berupa penggelapan uang, suap, atau tindakan tidak etis lainnya, yang merugikan negara. Ini mencerminkan ketidakadilan, rusaknya integritas, serta memiliki dampak negatif yang luas, termasuk pada ekonomi, pemerintahan, dan kepercayaan masyarakat. Korupsi juga sering dikaitkan dengan lemahnya sistem hukum dan pengawasan, serta adanya budaya yang permisif terhadap perilaku tidak jujur. Di Indonesia korupsi sudah menjadi masalah serius dan telah menjadi salah satu tantangan terbesar bagi perkembangan negara. Kasus korupsi melibatkan berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari…
Read MoreCategory: Artikel
WASPADAI ANAK TERLIBAT JUDI ONLINE
Oleh: Susi Rio Panjaitan Teknologi digital yang seharusnya membawa kemudahan dan kebaikan bagi umat manusia. Akan tetapi, ketidakarifan manusia dalam menggunakan kecanggihan teknologi berdampak sangat buruk. Salah satunya adalah judi online. Secara sederhana judi online dapat diartikan sebagai segala bentuk perjudian yang dilakukan melalui internet. Ini mencakup berbagai jenis permainan dan taruhan, seperti poker, kasino, taruhan olahraga, bingo, dan lotere, yang dapat diakses melalui situs web atau aplikasi. Saat ini, judi online sudah merupakan masalah yang sangat krusial. Walau pun judi online dilarang dan sudah ada undang-undang tentang informasi transaksi…
Read MoreDAMPAK KATA-KATA KOTOR DAN BERBAU SEKSUAL YANG DIGUNAKAN ANAK DALAM RELASI SOSIAL BAGI PERKEMBANGANNYA
Oleh: Susi Rio Panjaitan Dalam komunikasi dan interaksi sosial pada banyak anak saat ini ditemukan adanya penggunaan kata-kata kotor dan berbau seksual. Mereka tampak dengan santai menggunakan kata-kata kotor dan berbau seksual saat berbicara satu sama lain. Hal ini dapat dilihat dalam komunikasi banyak anak saat bercakap-cakap di rumah, sekolah, dan ruang publik seperti restoran, taman, tempat wisata, dan lain-lain. Bahkan, dalam banyak podcast atau percakapan yang berbasis media sosial yang disebarluaskan dengan teknologi digital, hal ini pun terjadi. Tampaknya tidak ada sensor terhadap hal tersebut. Tidak tampak rasa risih…
Read MoreDIGITAL PARENTING
Oleh: Susi Rio Panjaitan Era ini disebut era digital karena pada era ini hidup manusi didominasi oleh teknologi digital, dimana teknologi digital digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi digital yang mencakup komputer, internet, smartphone, dan berbagai perangkat elektronik lainnya yang terhubung ke internet, telah mengubah cara orang dalam berkomunikasi, bekerja, belajar, mencari hiburan, dan mengakses informasi. Di era digital, data dan informasi dapat diolah dan disebarkan dengan cepat dan efisien, sehingga mengubah banyak sektor seperti bisnis, pendidikan, kesehatan, hiburan, bahkan politik. Komunikasi juga telah mengalami transformasi besar. Orang dapat…
Read MorePENTINGNYA DUKUNGAN KELUARGA BAGI PERKEMBANGAN ANAK PENYANDANG AUTIS
Oleh: Susi Rio Panjaitan Anak penyandang autis adalah anak yang mengalami gangguan perkembangan neurologis. Gangguan tersebut mempengaruhi interaksi sosial, komunikasi, minat, dan perilaku anak. Perkembangan anak penyandang autis unik dan beragam, tergantung pada tingkat keparahan dan karakteristik masing-masing anak. Pada umumnya, mereka kesulitan dalam memahami norma-norma sosial dan berinteraksi dengan orang lain, dan kurang tertarik pada interaksi sosial atau bermain bersama anak-anak sebaya. Ada anak yang tidak berbicara sama sekali atau mengalami keterlambatan dalam berbicara, kesulitan dalam memahami dan menggunakan bahasa tubuh, ekspresi wajah dan isyarat sosial, suka mengulang kata…
Read MoreMENGATASI PERILAKU SELF-DESTRUCTIVE PADA ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Pernah melihat anak marah-marah atau menangis sambil menjambak rambutnya sendiri, menggigit tangannya, membenturkan kepalanya ke dinding atau lantai, menghempaskan tubuhnya ke lantai, atau melakukan hal lain yang dapat menyakiti atau melukai dirinya sendiri? Ini adalah salah satu bentuk perilaku self-destructive. Secara sederhana, perilaku self–destructive dapat diartikan sebagai tindakan menyakiti diri sendiri, baik secara fisik, emosional, maupun psikologis, yang dapat merugikan dan membahayakan individu. Meskipun perilaku self destructive lebih sering terlihat pada orang dewasa, anak-anak dan remaja juga dapat menunjukkan tanda-tanda perilaku ini. Misalnya: menggigit atau mencakar…
Read MoreMEMBANTU ANAK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SOSIAL
Oleh: Susi Rio Panjaitan Manusia adalah mahluk sosial. Secara alamiah manusia butuh berinteraksi, berkomunikasi, dan membentuk hubungan dengan orang lain guna memenuhi kebutuhan fisiologis, psikologis, dan emosionalnya. Dalam proses komunikasi dan interaksi tersebut, individu perlu memiliki keterampilan sosial. Keterampilan sosial merujuk pada suatu kondisi dimana individu mampu berkomunikasi, berinteraksi dan membangun hubungan yang baik dengan orang lain dalam konteks sosial, dengan cara yang dapat diterima oleh masyarakat. Individu yang yang memiliki keterampilan sosial yang baik cenderung mampu berkomunikasi dengan jelas dan efektif, memahami emosi orang lain, menunjukkan empati, bekerja sama…
Read MoreKETIKA ANAK JATUH CINTA
Oleh: Susi Rio Panjaitan Menurut UU Perlindungan Anak sebagaimana tertulis dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 1 Ayat (1), anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Anak adalah individu yang sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa-komunikasi, sosial, emosional, moral-spiritual, dan psikoseksual. Ketika memasuki usia belasan tahun, anak memasuki suatu masa yang dikenal dengan pubertas. Di masa ini, anak mencapai kematangan reproduksi. Terjadi perubahan fisik,…
Read MoreMENGATASI PERILAKU BICARA KASAR DAN KOTOR PADA ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan “Suatu hari datang ke tempat kami sepasang suami istri bersama putri mereka yang berusia sepuluh tahun. Mereka datang dalam upaya mencari nasihat karena mereka mendapat teguran dari sekolah terkait putri mereka itu. Menurut mereka, sekolah sudah kewalahan menghadapi anak itu karena anak itu sangat suka berbicara kotor dan kasar kepada hampir semua orang. Anak-anak lain di sekolah itu mereka tidak nyaman. Akibatnya, orangtua dari anak-anak tersebut mengajukan protes ke sekolah.” Peristiwa dimana perilaku anak dikeluhkan akibat si anak suka berbicara kasar dan kotor bukan hanya terjadi…
Read MoreMENGEMBANGKAN KETERAMPILAN KREATIF PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS SEBAGAI UPAYA MENCAPAI KEMANDIRIAN
Oleh: Susi Rio Panjaitan Keterampilan kreatif merupakan kemampuan individu dalam menghasilkan ide baru, memecahkan masalah dengan cara yang inovatif, atau melahirkan produk tertentu. Untuk memiliki keterampilan kreatif diperlukan kemampuan berpikir kreatif yang tidak biasa (out of the box), daya imajinasi, kemampuan menggabungkan berbagai ide yang berbeda, kemampuan menghadapi tantangan dengan cara yang unik dan efektif, kemampuan berkolaborasi dengan orang lain, fleksibilitas berpikir, kemampuan melihat peluang dalam segala hal, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan situasi atau lingkungan. Dengan keterampilan kreatif dapat dihasilkan banyak hal, antara lain: desain-desain visual yang unik dan…
Read More