Oleh: Susi Rio Panjaitan Anak penyandang autis memiliki perilaku yang unik dan khas, seperti senang menjajarkan mainan atau benda lain dan menjadi kesal jika urutan jajaran mainan itu diubah; mengucapkan kata atau frasa dengan berulang-ulang (echolalia); bermain dengan mainan dengan cara yang sama setiap saat; hanya fokus pada bagian tertentu dari mainan atau objek lain (misalnya: hanya fokus pada roda mobil-mobilan); marah karena perubahan kecil (misalnya: karena suara televisi diperkecil); obsesif; harus mengikuti rutinitas tertentu (misalnya: setiap hari harus beli es krim); suka mengepakkan tangan, mengayun-ayunkan atau memutar tubuh; senang…
Read MoreCategory: Artikel
Mengenal Jenis Terapi yang Dapat Diberikan kepada Anak dengan Autisme
Gangguan Spektrum Autisme (ASD) adalah gangguan perkembangan yang disebabkan oleh perbedaan di otak. Anak dengan ASD sering memiliki masalah dengan komunikasi (verbal dan non-verbal), interaksi sosial, perilaku atau minat yang terbatas atau berulang serta perilaku maladaptif. Memberikan perawatan kepada anak dengan autisme paling efektif bila dimulai sejak dini, segera setelah anak didiagnosis autis. Anak dengan gejala awal autis yang segera mendapat perawatan dan memulai terapi dalam tahun pertama akan mendapat banyak manfaat karena otak berkembang pesat pada usia ini.
Read MoreTERAPI KOMUNIKASI UNTUK ANAK PENYANDANG AUTIS
Oleh: Susi Rio Panjaitan Salah satu kondisi yang khas pada anak penyandang autis adalah mengalami hambatan dalam berbicara dan berkomunikasi. Ada anak yang tidak memiliki kemampuan berbicara (non-verbal) dan ada anak yang memiliki kemampuan berbicara (verbal). Banyak dari antara mereka yang non-verbal hingga besar, dewasa bahkan seumur hidup. Hal ini terjadi bukan karena mereka mengalami gangguan pendengaran (tuli). Anak yang memiliki kemampuan verbal mampu mengucapkan semua kata dengan sempurna, tetapi ia tidak mampu menggunakan kata-kata tersebut untuk berkomunikasi. Dengan demikian, baik anak penyandang autis yang memiliki kemampuan berbicara (verbal) maupun…
Read MoreMELINDUNGI ANAK DARI BENCANA PORNOGRAFI
Oleh: Susi Rio Panjaitan Jumlah anak yang terpapar pornografi semakin banyak. Salah satu penyebabnya adalah ketidakcerdasan dalam menggunakan gawai. Kelekatan anak dengan gawai tak bisa dihindari, terutama saat dan pasca Covid 19. Di era ini hidup manusia, termasuk anak-anak, dimudahkan dengan adanya kemajuan teknologi digital. Akan tetapi, digital yang identik dengan internet tersebut jika tidak digunakan dengan bijaksana akan membawa banyak malapetaka. Misalnya: anak menjadi terpapar pornografi, bahkan menjadi adiksi terhadap pornografi. Hasil riset menunjukkan bahwa adiksi pornografi pada anak dapat menimbulkan kerusakan serius pada otak anak. Kerusakan otak ini…
Read MoreMELINDUNGI ANAK DARI KEJAHATAN SEKSUAL
Oleh: Susi Rio Panjaitan Berita tentang kejahatan seksual yang terjadi pada anak setiap saat terdengar. Ini kondisi yang sangat menyedihkan dan menakutkan karena kejahatan seksual yang dialami oleh anak berdampak buruk bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Tidak hanya untuk jangka pendek dan panjang, tetapi dapat berdampak permanen. Selain itu, kejahatan seksual terhadap anak jelas merupakan pelanggaran terhadap hak anak. Padahal, konstitusi dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal (1) Ayat (12) memerintahkan kepada orangtua, keluarga, masyarakat, negara,…
Read MoreMERAWAT KESEHATAN MENTAL ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Kesehatan mental anak sama pentingnya dengan kesehatan fisik anak. Status kesehatan mental anak akan memengaruhi caranya berpikir, merasakan, dan cara ia bertindak. Anak yang mengalami gangguan kesehatan mental akan mengalami masalah di rumah, di sekolah, dan dalam menjalin pertemanan. Gangguan kesehatan mental juga dapat mengganggu perkembangan kesehatan anak dan menyebabkan masalah yang lebih serius hingga dewasa. Kesehatan mental yang buruk dapat membuat anak melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan orang lain maupun dirinya sendiri, bahkan dapat membuat anak melakukan tindak bunuh diri. Sebaliknya, jika anak memiliki kesehatan mental…
Read MoreFAMILY TIME
Oleh: Susi Rio Panjaitan “Anak Berusia Sekian Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri.” “Seorang Anak Memperkosa Anak yang Berusia Lebih Kecil dari Dirinya.” “Rumah Sakit “X” Kewalahan Melayani Anak-anak dengan Gangguan Kesehatan Jiwa akibat Kecanduan Games.“ Berita-berita dengan tema/topik seperti kalimat-kalimat di atas, setiap saat dapat kita temukan di segala bentuk media massa, baik itu media konvensional maupun media online. Selain itu, kita juga diperhadapkan dengan berbagai kondisi pada anak, misalnya: anak yang berhadapan dengan hukum karena melakukan tindakan melawan hukum, anak dengan perilaku tawuran dan lain-lain. Yang menjadi pertanyaan adalah:…
Read MoreSTOP KEKERASAN TERHADAP ANAK
Oleh : Susi Rio Panjaitan Kekerasan adalah setiap perbuatan terhadap Anak yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikis, seksual, dan/atau penelantaran, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum (Pasal 1 Ayat (15a) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tentang Perlindungan Anak). Kekerasan terhadap anak merupakan masalah yang krusial. Setiap saat kita dapat mendengar telah terjadi kekerasan terhadap anak. Vika Azkiya Dihni menuliskan untuk Katadata Media Network bahwa sepanjang tahun 2021, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima…
Read MoreSENI BERSAHABAT DENGAN REMAJA
Oleh : Susi Rio Panjaitan Banyak yang mengatakan bahwa masa remaja adalah masa yang sangat indah dan tidak terlupakan. Masa yang ditandai dengan pubertas ini memang menjadi masa yang sangat berkesan bagi banyak orang. Pada masa ini orang mulai boleh berkumpul dan melakukan aktifitas bersama teman-temannya tanpa dikawal oleh orangtua atau orang dewasa lainnya dan sudah banyak yang mengalami jatuh cinta untuk yang pertama kalinya. Peristiwa jatuh cinta inilah yang membuat banyak orang menganggap bahwa masa remaja adalah masa yang paling indah dibanding dengan masa-masa lain dalam rentang kehidupan manusia.…
Read MorePENTINGNYA MELATIH ANAK PENYANDANG AUTIS KETERAMPILAN BINA DIRI
Oleh: Susi Rio Panjaitan Autis adalah gangguan perkembangan yang ditandai dengan kondisi dimana individu mengalami hambatan dalam perkembangan bahasa-komunikasi, sosio-emosional dan perilaku. Autis adalah suatu keadaan yang melekat seumur hidup pada penyandangnya. Penyandang autis bukanlah orang yang bodoh, tetapi karena cara kerja otak mereka berbeda dengan cara kerja otak orang pada umumnya, maka cara mereka berkomunikasi, berperilaku dan mengekspresikan emosi juga berbeda. Perbedaan ini tidak dipahami oleh banyak orang sehingga mereka melekatkan berbagai lebal pada penyandang autis, misalnya bodoh, idiot atau gangguan jiwa. Label ini tentu tidak benar. Oleh karena…
Read More