Edukasi untuk Remaja: Setia Perkara Kecil, Perkara Besar, HKBP Menteng Jakarta

Share

Senin (14/7/2025)

Remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, yang penuh dengan pencarian jati diri, perubahan emosi, serta dorongan untuk diakui oleh lingkungan. Di masa ini, remaja menghadapi berbagai tantangan serius yang bisa memengaruhi arah hidup mereka. Tekanan untuk mencoba rokok, narkoba, pornografi, hingga terjebak dalam penggunaan media sosial yang tidak sehat, merupakan risiko nyata yang sering dijumpai. Di sisi lain, tuntutan untuk selalu tampil sempurna, unggul, atau diterima kelompok pertemanan membuat banyak remaja merasa tertekan dan kehilangan kendali diri.

Dalam menghadapi semua itu, penting bagi remaja untuk memiliki pegangan karakter yang kuat. Salah satu nilai penting yang bisa menjadi landasan adalah kesetiaan—yaitu kemampuan untuk tetap konsisten pada hal yang benar, meskipun terlihat kecil atau tidak populer. Misalnya, setia menjaga diri dari kebiasaan buruk, setia menjalankan tanggung jawab harian, setia pada nilai-nilai hidup yang sehat, dan setia pada keputusan baik yang sudah dibuat. Remaja yang setia dalam perkara kecil akan lebih kuat menolak godaan yang bisa merusak masa depan mereka.

Kesetiaan bukan sekadar tentang hubungan atau janji besar, tapi tentang kejujuran terhadap diri sendiri. Saat remaja belajar untuk tidak melanggar komitmen kecil, seperti menghindari hal-hal yang merusak tubuh dan pikiran, mereka sedang membangun kekuatan karakter. Dengan setia menjaga rutinitas positif, memilih pergaulan yang membangun, serta menggunakan waktu dan teknologi secara bijak, remaja akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan bisa dipercaya dalam hal-hal besar di kemudian hari.

Edukasi mengenai pentingnya setia dalam perkara kecil dan besar ini diberikan kepada remaja HKBP Menteng Jakarta yang sedang mengikuti proses katekisasi (sidi) tahun 2024/2025 pada Minggu, 13 Juli 2025. Dalam kegiatan tersebut,  Susi Rio Panjaitan diundang sebagai narasumber untuk memaparkan materi dengan pendekatan yang sesuai dengan kehidupan remaja saat ini. Meskipun kegiatan ini dilakukan dalam lingkungan gereja, pesan-pesan yang disampaikan bersifat umum dan bermanfaat bagi siapa saja. Diharapkan, para remaja dapat mengelola diri mereka lebih baik, berani memilih yang benar, dan siap membangun masa depan yang sehat dan bertanggung jawab.

Share

Related posts

Leave a Comment