Training: Menyusun Program untuk Warga Binaan dengan Tunanetra Majemuk, Yayasan Elsafan Jakarta

Share

Senin (17/3/2025)

Tunanetra majemuk adalah kondisi di mana seseorang mengalami gangguan penglihatan yang disertai dengan disabilitas lain, seperti gangguan intelektual, motorik, atau sensorik. Kondisi ini menuntut pendekatan khusus dalam pengasuhan dan pendidikan agar individu dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki. Oleh karena itu, peran pengasuh dan pendidik sangat penting dalam membantu mereka memperoleh keterampilan yang mendukung kemandirian dan kualitas hidup yang lebih baik.

Dalam upaya meningkatkan kompetensi pengasuh dalam menangani warga binaan dengan tunanetra majemuk, Yayasan Elsafan Jakarta mengadakan pelatihan khusus pada Senin, 17 Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada para pengasuh agar mampu menyusun program pembelajaran dan pendampingan yang efektif bagi individu dengan kondisi tersebut. Pelatihan ini juga menekankan metode intervensi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan sensorik, komunikasi, serta keterampilan hidup sehari-hari bagi warga binaan.

Sebagai narasumber utama, Susi Rio Panjaitan, menyampaikan materi dalam pelatihan ini. Dengan pengalaman dan keahliannya dalam pendidikan serta terapi bagi individu berkebutuhan khusus, sesi pelatihan mencakup strategi praktis dalam mendampingi dan melatih warga binaan tunanetra majemuk. Peserta pelatihan dibekali dengan teknik komunikasi yang sesuai, pendekatan berbasis stimulasi multisensori, serta cara menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran dan kemandirian.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para pengasuh memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang kebutuhan spesifik warga binaan dengan tunanetra majemuk. Selain itu, mereka juga diharapkan mampu menerapkan program pelatihan yang lebih terstruktur, efektif, dan sesuai dengan karakteristik individu yang mereka dampingi. Dengan adanya program yang tepat, individu dengan tunanetra majemuk dapat memperoleh kesempatan lebih baik dalam mengembangkan potensi mereka dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sehari-hari.

Share

Related posts

Leave a Comment