MEMBANTU ANAK MEREGULASI EMOSI

Oleh: Susi Rio Panjaitan Isu gangguan kesehatan mental pada anak tahun-tahun terakhir jadi isu yang harus dipikirkan solusinya. Tantrum; berkelahi; menyerang atau menyakiti orang; melakukan tindakan destruktif seperti merusak barang-barang di sekitarnya; menyakiti diri sendiri bahkan bunuh diri pada anak cukup banyak terjadi. Perilaku-perilaku ini merupakan salah satu indikasi bahwa anak tidak memiliki kemampuan yang baik dalam meregulasi emosi. Secara sederhana regulasi emosi dapat diartikan sebagai suatu keterampilan dimana individu mampu mengelola emosi dan perilakunya dengan tepat, misalnya: mampu menolak reaksi yang reaktif dan emosional ketika ada stimulus yang mengecewakan;…

Read More

KETIKA ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM

Oleh: Susi Rio Panjaitan Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak Pasal 1 Ayat (2), anak yang berhadapan dengan hukum adalah anak yang berkonflik dengan hukum, anak yang menjadi korban tindak pidana, dan anak yang menjadi saksi tindak pidana. Jadi,  anak yang berhadapan dengan hukum terdiri dari anak yang berkonflik dengan hukum; anak yang menjadi korban tindak pidana; dan  anak yang menjadi saksi tindak pidana.  Anak adalah individu yang sedang dalam proses perkembangan di segala aspek, baik aspek fisik-motorik, kognitif, sosio-emosional, bahasa-komunikasi maupun  moral-spritual.…

Read More

MERAWAT KESEHATAN MENTAL KELUARGA

Oleh: Susi Rio Panjaitan Sampai saat ini, masalah kesehatan mental belum dapat diselesaikan, baik di level kabupaten, provinsi, negara bahkan global. Ini dapat dilihat dari banyaknya jumlah individu dengan gangguan mental yang dikenal dengan istilah ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) yang dirawat di rumah sakit, panti-panti/pusat-pusat layanan kesehatan mental, tidak dirawat sama sekali, dan menggelandang di jalanan. Selain itu, angka kejadian bunuh diri pun tidak bisa dikatakan sedikit, termasuk di kalangan anak-anak dan remaja. Ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental bukan masalah yang dapat dianggap sepele. Menurut World Health Organization…

Read More

Pembinaan GSM : Psikologi Anak, HKBP Harapan Indah Bekasi

Senin (1/5/2023) Pelayanan Sekolah Minggu bukan sebagai kegiatan pelengkap gereja. Anak hadir ke Sekolah Minggu bukan untuk menghabiskan hari Minggunya. Pemberian pelayanan yang maksimal dan optimal kepada anak dalam Sekolah Minggu menjadi salah satu tanggung jawab gereja. Anak-anak berhak untuk mendapatkan pelayanan yang sama baik, sebagaimana gereja memberikan pelayan kepada warga gereja dewasa lainnya. Untuk memberikan pelayanan yang optimal maka diperlukan para pelayan anak yakni Guru Sekolah Minggu (GSM) yang siap dan cakap melayani mereka. Sekolah Minggu (SM) merupakan salah satu bentuk pelayanan pembinaan warga gereja usia anak lewat pemberian…

Read More

Pembinaan GSM : Bernyanyi dan Berdoa dengan Anak, Gereja Toraja Eben Haezer Bekasi

Sabtu (28/4/2023) Anak merupakan generasi penerus suatu bangsa, kaum dan juga keluarga sehingga mereka perlu dipersiapkan semenjak dini agar dapat bertumbuh berkembang secara sehat dan sebagaimana mestinya. Sebagai pelayan anak sekolah minggu (ASM), Guru Sekolah Minggu (GSM) memegang peranan yang penting dalam memberikan pengajaran, bukan hanya sekedar melakukan transfer pengetahuan namun harus mampu membimbing dan menuntun anak.

Read More

Bakti Sosial di GKP Palalangon, Cianjur, Jawab Barat

Jum’at (27/4/2023) Dilakukan Pelayanan Kasih kepada Jemaat GKP (Gereja Kristen Pasundan) Palalangon, Cianjur, Jawab Barat untuk Kelompok Lansia dan Remaja Pemuda. Pada Lansia diberikan pemeriksaan kesehatan (cek kadar gula darah, tekanan darah/tensi dan konsultasi dokter) dan icebreaking berupa kuiz dan tersedia hadiah kecil seperti topi dan kaos. Kepada Remaja dan Pemuda diberikan edukasi seksual yang dilihat dari perspektif kesehatan, psikologi, hukum, budaya, dan  iman Kristen, Metode yang digunakan adalah brainstorming, diskusi dan pemutaran film pendek bertopik “kekerasan seksual dalam berpacaran”. Diberikan hadiah kecil bagi remaja pemuda yang berani berpendapat.

Read More

MENGEMBANGKAN KUALITAS DIRI ANAK

Oleh: Susi Rio Panjaitan Kata “flexing” (suka pamer) sedang “naik daun” saat ini, karena banyak orang berperilaku flexing,  yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari maupun di akun media sosial mereka. Tidak hanya orang dewasa, remaja yang masih berusia anak pun banyak yang melakukannya. Tentu saja yang mereka pamerkan adalah harta kekayaan orangtuanya. Akibatnya, selain mendapatkan cibiran dari masyarakat dan nitizien, orangtua dari anak tersebut menjadi susah dan repot karena harta kekayaannya diusut, dicopot dari jabatannya bahkan dipecat dan berhadapan dengan hukum. Selain itu, semakin banyak juga anak yang berani melakukan perilaku…

Read More

PENDIDIKAN HUKUM UNTUK ANAK

Oleh: Susi Rio Panjaitan Akhir-akhir ini semakin banyak anak yang menjadi korban kejahatan, baik dalam bentuk perdagangan anak, kekerasan fisik, perundungan (bullying), kejahatan cyber, narkoba/napza, pembunuhan, pemerkosaan, pornografi, dan lain-lain. Selain itu, jumlah anak yang menjadi pelaku kejahatan juga semakin meningkat. Banyak di antara mereka yang harus berhadapan dengan hukum dan mendapat vonis hukuman penjara. Padahal, anak adalah individu yang sedang dalam proses perkembangan. Jadi, baik sebagai pelaku maupun korban kejahatan adalah hal yang sangat merugikan hidup anak. Oleh karena itu, anak harus diberikan pendidikan hukum sedari dini. Pendidikan hukum…

Read More

MEMBANTU ANAK PENYANDANG AUTIS MENGELOLA EMOSI

Oleh: Susi Rio Panjaitan Pada umumnya, anak-anak penyandang autis mengalami kesulitan dalam mengelola emosi. Mereka kesulitan dalam mengatur dan mengekspresikan perasaan dengan tepat. Akibatnya, sering terjadi ledakan emosi seperti tantrum. Tantrum adalah suatu perilaku dimana orang, terutama anak-anak, mengungkapkan rasa frustasinya dengan emosi yang sangat kuat (meledak-ledak) seperti menangis; marah; berteriak; menjerit-jerit dengan histeris, membenturkan kepala ke dinding atau lantai; menghentak-hentakkan kaki dengan kuat ke lantai, dinding atau barang-barang yang ada di dekatnya; menghempas-hempaskan tubuhnya ke lantai; berguling-guling; menjambak rambutnya sendiri; dan menggigit tangannya sendiri. Bahkan, ia bisa menyerang dan…

Read More

Parenting : Aku & Keluargaku, GKI Kebayoran Baru Jakarta

Minggu (23/4/2023) Keluarga merupakan organisasi terkecil dalam masyarakat, yang umumnya terdiri dari ayah, ibu, saudara kandung, kakek, nenek, sepupu, dan lain sebagainya. Dalam keluarga anak dibesarkan dan diberikan pembelajaran awal dan menjalankan proses pertumbuhan dan perkembangan dirinya menuju ke tahap selanjutnya. Dalam keluarga, orangtua memberikan pengasuhan, baik dalam hal kasih sayang, perhatian, pengayoman, pendidikan dan kecukupan kebutuhan hidup kepada anak. Dalam keluarga orangtua mengajarkan kepada anak apa peran dan tanggung jawab anak, bagaimana berkontribusi sesuai pertumbuhan dan perkembangannya.

Read More