Pelatihan: Kebutuhan Anak ditinjau dari Psikologi, HKBP Cibubur

Share

Jum’at (4/4/2025)

Anak adalah individu yang berada dalam fase tumbuh kembang sejak lahir hingga menjelang dewasa. Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak di Indonesia, anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Dalam kajian psikologi, anak dipandang sebagai individu yang memiliki kebutuhan khusus sesuai dengan tahap perkembangan usianya, baik secara fisik, kognitif, emosional, sosial, maupun moral. Pemahaman yang utuh mengenai siapa anak dan bagaimana proses perkembangannya menjadi landasan penting dalam memberikan layanan yang tepat dan bermakna kepada mereka.

Individu yang bekerja dalam bidang layanan anak seperti pendidik atau guru (termasuk guru sekolah minggu),  pendamping anak, pengasuh anak perlu memiliki pemahaman mendalam mengenai kebutuhan anak dari sudut pandang psikologi. Hal ini penting karena pelayanan yang efektif hanya dapat diberikan jika pelayan anak mampu menyesuaikan pendekatan mereka dengan karakteristik dan tahap perkembangan anak. Kurangnya wawasan dapat mengakibatkan interaksi yang kurang tepat, bahkan berisiko menghambat tumbuh kembang anak atau menimbulkan tekanan psikologis yang tidak perlu.

Ketika pelayan anak memiliki wawasan dan keterampilan dalam memahami kebutuhan anak secara psikologis, mereka akan lebih mampu membangun hubungan yang positif, mendorong rasa percaya diri anak, serta menciptakan lingkungan belajar dan pelayanan yang aman dan suportif. Selain itu, keterampilan ini memungkinkan pelayan anak untuk mendeteksi tanda-tanda gangguan perkembangan sejak dini dan memberikan respons yang tepat atau merujuk pada pihak profesional bila diperlukan.

Topik penting ini akan disampaikan dalam kegiatan pembinaan pelayan anak yang diselenggarakan oleh HKBP Cibubur pada Sabtu, 29 Maret 2025. Dalam kesempatan tersebut, HKBP Cibubur mengundang  Susi Rio Panjaitan untuk membawakan materi dengan topik Kebutuhan Anak Ditinjau dari Psikologi. Diharapkan kegiatan ini tidak hanya memperkaya pemahaman para pelayan anak, tetapi juga menjadi bekal nyata dalam menciptakan pelayanan yang berpusat pada kebutuhan dan kesejahteraan anak.

Share

Related posts

Leave a Comment