Oleh: Susi Rio Panjaitan Menurut UU Perlindungan Anak sebagaimana tertulis dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 1 Ayat (1), anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Anak adalah individu yang sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa-komunikasi, sosial, emosional, moral-spiritual, dan psikoseksual. Ketika memasuki usia belasan tahun, anak memasuki suatu masa yang dikenal dengan pubertas. Di masa ini, anak mencapai kematangan reproduksi. Terjadi perubahan fisik,…
Read MoreCategory: Artikel
MENGATASI PERILAKU BICARA KASAR DAN KOTOR PADA ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan “Suatu hari datang ke tempat kami sepasang suami istri bersama putri mereka yang berusia sepuluh tahun. Mereka datang dalam upaya mencari nasihat karena mereka mendapat teguran dari sekolah terkait putri mereka itu. Menurut mereka, sekolah sudah kewalahan menghadapi anak itu karena anak itu sangat suka berbicara kotor dan kasar kepada hampir semua orang. Anak-anak lain di sekolah itu mereka tidak nyaman. Akibatnya, orangtua dari anak-anak tersebut mengajukan protes ke sekolah.” Peristiwa dimana perilaku anak dikeluhkan akibat si anak suka berbicara kasar dan kotor bukan hanya terjadi…
Read MoreMENGEMBANGKAN KETERAMPILAN KREATIF PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS SEBAGAI UPAYA MENCAPAI KEMANDIRIAN
Oleh: Susi Rio Panjaitan Keterampilan kreatif merupakan kemampuan individu dalam menghasilkan ide baru, memecahkan masalah dengan cara yang inovatif, atau melahirkan produk tertentu. Untuk memiliki keterampilan kreatif diperlukan kemampuan berpikir kreatif yang tidak biasa (out of the box), daya imajinasi, kemampuan menggabungkan berbagai ide yang berbeda, kemampuan menghadapi tantangan dengan cara yang unik dan efektif, kemampuan berkolaborasi dengan orang lain, fleksibilitas berpikir, kemampuan melihat peluang dalam segala hal, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan situasi atau lingkungan. Dengan keterampilan kreatif dapat dihasilkan banyak hal, antara lain: desain-desain visual yang unik dan…
Read MoreMENGATASI PERILAKU AGRESIF PADA ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Beberapa waktu yang lalu, dalam suatu kegiatan parenting di sebuah sekolah, seorang ibu menghampiri saya. Beliau mengatakan bahwa putera beliau (kelas 5 SD) berperilaku agresif di kelas. Akibatnya, seorang teman sekelasnya mengalami memar. Orangtua dari anak yang memar tersebut tidak terima dan protes kepada pihak sekolah. Perilaku agresif pada anak adalah perilaku di mana anak memiliki kecenderungan untuk melakukan tidak kekerasan kepada orang lain, seperti memukul, mendorong, menampar, menjambak, menendang, mencakar, mencubit, menggigit, meludahi, melempar, dan membanting. Perilaku agresif adalah perilaku berbahaya karena menimbulkan rasa…
Read MoreMEMBANGUN RESILIENSI ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Bram adalah anak tunggal dari pasangan profesional yang sukses dan sibuk. Orangtuanya memfasilitasinya dengan perangkat elektronik yang lengkap dan akses tak terbatas ke internet. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar, terpaku pada permainan video dan media sosial. Karena nyaris tidak bergerak dan senang makan ketika di depan layar, tubuh Bram menjadi gendut. Kesibukan kedua orangtua Bram membuatnya nyaris tidak pernah didampingi saat berselancar di dunia digital. Bram tenggelam dalam dunia digital yang cepat berubah dan sangat kompleks. Ia tidak memiliki cukup kemampuan untuk memilih…
Read MoreMENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN PADA ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Kemandirian adalah kemampuan individu dalam mengelola kehidupannya sendiri dengan efektif, bertindak, membuat keputusan, dan mengatasi tantangan, dengan mengandalkan keterampilan, pengetahuan, dan sumber daya diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Kemandirian dapat dipandang sebagai suatu keterampilan hidup yang sangat penting. Dengan memiliki kemandirian, individu dapat berfungsi secara efektif, dan mencapai otonomi pribadi, serta dapat meraih keberhasilan dalam kehidupan. Kemandirian adalah keterampilan hidup yang dapat dikembangkan dan diperkuat seiring waktu melalui proses pembelajaran, latihan, pendidikan, dan pengalaman. Pada anak, kemandirian membuatnya mampu bertindak, membuat keputusan, dan mengelola dirinya sendiri…
Read MoreMEMAHAMI DAN MENGATASI PERILAKU MENCURI PADA ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Perilaku anak mencakup berbagai tindakan, respons, dan interaksi yang ditampilkan oleh anak dalam berbagai situasi. Perilaku anak dipengaruhi oleh faktor perkembangan anak, baik dalam aspek perkembangan fisik, emosional, sosial, dan kognitif. Selain itu, pengalaman, lingkungan, dan pengaruh orang dewasa di sekitar anak juga mempengaruhi perilaku anak. Perilaku anak akan berdampak kepada dirinya sendiri dan orang lain. Berdasarkan standar atau norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat, perilaku dikelompokkan dalam dua bentuk, yakni perilaku positif dan negatif. Perilaku positif adalah tindakan atau respons yang dianggap baik, bermanfaat, dan…
Read MoreMENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MENYELESAIKAN MASALAH PADA ANAK ADHD
Oleh: Susi Rio Panjaitan ADHD, atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah gangguan neurobiologis yang memengaruhi kemampuan individu dalam memperhatikan, mengendalikan impuls, dan mengatur tingkah laku. Orang dengan ADHD tidak hanya sulit berkonsentrasi atau hiperaktif, tetapi mereka juga sering memiliki kesulitan dalam mengorganisir tugas-tugas, mempertahankan perhatian terhadap hal-hal yang detail, atau menyelesaikan pekerjaan. Gejalanya bervariasi pada masing-masing individu dan dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, atau tempat kerja. Meskipun penyebab pasti ADHD tidak sepenuhnya dipahami, faktor-faktor genetik dan lingkungan diyakini memainkan peran. Diagnosis biasanya dilakukan oleh profesional kesehatan mental…
Read MorePENTINGNYA MENGENALI GAYA BELAJAR ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Gaya belajar anak mengacu pada cara anak dalam menangkap, memroses dan memahami informasi. Secara umum, terdapat tiga jenis gaya belajar, yakni visual, auditori, dan kinestetik. Anak-anak dengan gaya belajar visual lebih suka menggunakan gambar, diagram, dan grafik untuk memahami konsep. Mereka cenderung membutuhkan gambar atau papan tulis untuk memudahkan mereka memahami informasi. Anak-anak dengan gaya belajar auditori lebih suka belajar melalui pendengaran. Mereka bisa lebih baik memahami materi dengan mendengarkan penjelasan, diskusi, atau rekaman audio. Anak-anak dengan gaya belajar kinestetik belajar lebih mudah belajar melalui tindakan…
Read MoreMEMAHAMI BAHASA KASIH ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Bahasa kasih adalah cara yang digunakan individu dalam mengekspresikan perasaan cinta, kepedulian, dan penghargaan terhadap orang lain, baik melalui tindakan, kata-kata, maupun sikap. Bahasa kasih dapat berupa pemberian perhatian, dukungan, pengertian, dan bantuan bahkan pengorbanan tanpa mengharapkan imbalan. Dalam bahasa kasih, empati, kesabaran, kerendahan hati, dan kemurahan hati diutamakan. Bahasa kasih menciptakan ikatan emosional yang kuat dan memperkuat hubungan antar individu, serta mendorong kebaikan, kedamaian, dan kebahagiaan bersama. Bahasa kasih tidak hanya terbatas pada hubungan romantis, tetapi juga terjadi dalam hubungan antara orangtua dan anak, saudara,…
Read More