Mengajarkan Anak Mengenal Angka: Langkah Awal Menuju Kemandirian dan Peluang Masa Depan

Mengenalkan anak pada angka 0 hingga 9 merupakan langkah penting dalam perkembangan kognitif mereka, karena membantu memahami konsep jumlah dan urutan. Dengan mengenal angka, anak dapat menghubungkan simbol angka dengan jumlah yang diwakilinya, yang menjadi dasar untuk keterampilan matematika yang lebih kompleks, seperti berhitung dan penghitungan sederhana. Di era digital saat ini, kemampuan mengenal angka semakin relevan, karena anak-anak sering berinteraksi dengan teknologi yang melibatkan angka, seperti aplikasi pendidikan, nomor pada perangkat elektronik, atau data yang ditampilkan di layar.

Read More

MELATIH ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS KETERAMPILAN MENGGUNAKAN TOILET

Oleh: Susi Rio Panjaitan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah anak-anak yang memerlukan perhatian, bimbingan, dukungan, dan layanan pendidikan khusus karena memiliki perbedaan dalam hal perkembangan fisik, mental, emosional, atau sosial. Anak yang dapat dikategorikan sebagai penyandang kebutuhan khusus antara lain: anak dengan hambatan penglihatan (tunanetra), anak dengan hambatan pendengaran dan bicara (tunarungu – tunawicara), anak dengan hambatan fisik, yakni anak yang mengalami kesulitan dalam gerakan fisik akibat cacat tubuh atau cedera (tunadaksa), anak dengan hambatan intelektual (retardasi mental atau slow learner), anak dengan gangguan spektrum autism (autism spectrum disorder/ASD), anak…

Read More

MENGENAL DAN MEMAHAMI ANAK DENGAN DISLEKSIA

Oleh: Susi Rio Panjaitan “Bintang adalah seorang anak berusia 8 tahun yang cerdas dan penuh semangat. Ia suka bermain sepak bola, menggambar, bercerita, dan bercita-cita menjadi astronot. Bintang suka menceritakan tentang mimpinya kepada teman-temannya. Namun, ada satu hal yang selalu membuat Bintang merasa sedih. Ia mengalami kesulitan membaca. Di sekolah, Bintang sering tertinggal saat guru meminta murid-murid membaca buku cerita. Huruf-huruf di halaman buku sering terlihat seperti menari-nari di depan matanya. Meskipun berusaha keras, Bintang sering salah membaca kata, dan ia menghabiskan waktu terlalu lama untuk memahami satu kalimat. Padahal,…

Read More

PENDIDIKAN DINI ANTI KORUPSI UNTUK ANAK

Oleh: Susi Rio Panjaitan Korupsi identik dengan penyalahgunaan kekuasaan untuk keuntungan pribadi atau kelompok. Biasanya, korupsi berupa penggelapan uang, suap, atau tindakan tidak etis lainnya, yang merugikan negara. Ini mencerminkan ketidakadilan, rusaknya integritas, serta memiliki dampak negatif yang luas, termasuk pada ekonomi, pemerintahan, dan kepercayaan masyarakat. Korupsi juga sering dikaitkan dengan lemahnya sistem hukum dan pengawasan, serta adanya budaya yang permisif terhadap perilaku tidak jujur. Di Indonesia korupsi sudah menjadi masalah serius dan telah menjadi salah satu tantangan terbesar bagi perkembangan negara. Kasus korupsi melibatkan berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari…

Read More

WASPADAI ANAK TERLIBAT JUDI ONLINE

Oleh: Susi Rio Panjaitan Teknologi digital yang seharusnya membawa kemudahan dan kebaikan bagi umat manusia. Akan tetapi, ketidakarifan manusia dalam menggunakan kecanggihan teknologi  berdampak sangat buruk. Salah satunya adalah judi online. Secara sederhana judi online dapat diartikan sebagai segala bentuk perjudian yang dilakukan melalui internet. Ini mencakup berbagai jenis permainan dan taruhan, seperti poker, kasino, taruhan olahraga, bingo, dan lotere, yang dapat diakses melalui situs web atau aplikasi. Saat ini, judi online sudah merupakan masalah yang sangat krusial. Walau pun judi online dilarang dan sudah ada undang-undang tentang informasi transaksi…

Read More

DAMPAK KATA-KATA KOTOR DAN BERBAU SEKSUAL YANG DIGUNAKAN ANAK DALAM RELASI SOSIAL BAGI PERKEMBANGANNYA

Oleh: Susi Rio Panjaitan Dalam komunikasi dan interaksi sosial pada banyak anak saat ini ditemukan adanya penggunaan kata-kata kotor dan berbau seksual. Mereka tampak dengan santai menggunakan kata-kata kotor dan berbau seksual saat berbicara satu sama lain. Hal ini dapat dilihat dalam komunikasi banyak anak saat bercakap-cakap di rumah, sekolah, dan ruang publik seperti restoran, taman, tempat wisata, dan lain-lain. Bahkan, dalam banyak podcast atau percakapan yang berbasis media sosial yang disebarluaskan dengan teknologi digital, hal ini pun terjadi. Tampaknya tidak ada sensor terhadap hal tersebut.  Tidak tampak rasa risih…

Read More

DIGITAL PARENTING

Oleh: Susi Rio Panjaitan Era ini disebut era digital karena pada era ini hidup manusi didominasi oleh teknologi digital, dimana teknologi digital digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi digital yang mencakup komputer, internet, smartphone, dan berbagai perangkat elektronik lainnya yang terhubung ke internet, telah mengubah cara orang dalam berkomunikasi, bekerja, belajar, mencari hiburan, dan mengakses informasi. Di era digital, data dan informasi dapat diolah dan disebarkan dengan cepat dan efisien, sehingga mengubah banyak sektor seperti bisnis, pendidikan, kesehatan, hiburan, bahkan politik. Komunikasi juga telah mengalami transformasi besar. Orang dapat…

Read More

PENTINGNYA DUKUNGAN KELUARGA BAGI PERKEMBANGAN ANAK PENYANDANG AUTIS

Oleh: Susi Rio Panjaitan Anak penyandang autis adalah anak yang mengalami gangguan perkembangan neurologis. Gangguan tersebut mempengaruhi interaksi sosial, komunikasi, minat, dan perilaku anak. Perkembangan anak penyandang autis unik dan beragam, tergantung pada tingkat keparahan dan karakteristik masing-masing anak. Pada umumnya, mereka kesulitan dalam memahami norma-norma sosial dan berinteraksi dengan orang lain, dan kurang tertarik pada interaksi sosial atau bermain bersama anak-anak sebaya. Ada anak yang tidak berbicara sama sekali atau mengalami keterlambatan dalam berbicara, kesulitan dalam memahami dan menggunakan bahasa tubuh, ekspresi wajah dan isyarat sosial, suka mengulang kata…

Read More

MENGATASI PERILAKU SELF-DESTRUCTIVE PADA ANAK

Oleh: Susi Rio Panjaitan Pernah melihat anak marah-marah atau menangis sambil menjambak rambutnya sendiri, menggigit tangannya, membenturkan kepalanya ke dinding atau lantai, menghempaskan tubuhnya ke lantai, atau melakukan hal lain yang dapat menyakiti atau melukai dirinya sendiri? Ini adalah salah satu bentuk perilaku self-destructive. Secara sederhana, perilaku self–destructive dapat diartikan sebagai tindakan menyakiti diri sendiri, baik secara fisik, emosional, maupun psikologis, yang dapat merugikan dan membahayakan individu. Meskipun perilaku self destructive lebih sering terlihat pada orang dewasa, anak-anak dan remaja juga dapat menunjukkan tanda-tanda perilaku ini. Misalnya: menggigit atau mencakar…

Read More

MEMBANTU ANAK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SOSIAL

Oleh: Susi Rio Panjaitan Manusia adalah mahluk sosial. Secara alamiah manusia butuh berinteraksi, berkomunikasi, dan membentuk hubungan dengan orang lain guna memenuhi kebutuhan fisiologis, psikologis, dan emosionalnya. Dalam proses komunikasi dan interaksi tersebut, individu perlu memiliki keterampilan sosial. Keterampilan sosial merujuk pada suatu kondisi dimana individu mampu berkomunikasi, berinteraksi dan membangun hubungan yang baik dengan orang lain dalam konteks sosial, dengan cara yang dapat diterima oleh masyarakat. Individu yang yang memiliki keterampilan sosial yang baik  cenderung mampu berkomunikasi dengan jelas dan efektif, memahami emosi orang lain, menunjukkan empati, bekerja sama…

Read More