Oleh: Susi Rio Panjaitan “Mereka bilang saya ada kelainan”. Begitu kata klien saya, seorang remaja laki-laki autis yang berusia 17 tahun. Wajahnya tampak sedih ketika mengatakan hal itu. Saya cukup terkejut dan sedih. Pikir saya, anak ini ternyata paham apa artinya “kelainan” dan sedih ketika ada yang mengatakan ia kelainan. “Siapa yang bilang begitu?”, tanya saya. Lalu, dengan terbata-bata ia menyebutkan nama beberapa orang, termasuk ibunya. Dengan refleks saya memandang kepada ibunya yang duduk di samping saya. Tak ada yang saya katakan, tetapi sepertinya beliau mengartikan tatapan mata saya seperti…
Read MoreCategory: 2025
MENGEMBANGKAN KECERDASAN KOLABORATIF ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Dalam sepanjang kehidupan individu, ada masa di mana ia harus bekerja sama dengan orang lain guna mencapai suatu tujuan yang tidak mungkin tercapai jika dikerjakan seorang diri. Dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan lingkungan masyarakat, belajar di sekolah, bekerja di perusahaan atau lembaga lainnya, dunia bisnis bahkan self-employed (seseorang bukan karyawan dari suatu perusaan atau lembaga, tetapi bekerja untuk dirinya sendiri), individu harus bekerja sama dengan orang lain. Agar kerja sama dapat berjalan dengan baik dan tujuan bersama tercapai, individu harus memiliki kecerdasan kolaboratif. Kecerdasan kolaboratif…
Read MorePROBLEMA SEKSUALITAS REMAJA AUTIS
Oleh: Susi Rio Panjaitan Autisme menyebabkan orang yang menyandangnya menghadapi tantangan khusus ketika berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain, berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan, mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi, memahami aturan sosial, memahami emosi orang lain, serta berperilaku. Hal ini terjadi karena adanya gangguan perkembangan neurologis yang mengakibatkan cara kerja otak orang dengan autisme berbeda dengan cara kerja otak orang yang tidak dengan autisme. Autisme bukan penyakit dan tidak menular. Autisme melekat seumur hidup pada orang yang menyandangnya. Terjadinya autisme pada individu bukan sesuatu yang perlu disesali, diratapi, apalagi dikutuki. Dengan…
Read MoreParenting: Comprehending & Facilitating Children’s Emotional Development, St. Johannes Berchmans School, PIK Jakarta
Jum’at (21/2/2025) Perkembangan emosional anak adalah proses di mana mereka belajar mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi mereka secara sehat. Memahami dan memfasilitasi perkembangan emosional anak berarti memberikan dukungan yang tepat agar mereka dapat menghadapi berbagai situasi sosial dan emosional dengan baik. Orang tua dan pendidik memiliki peran penting dalam membimbing anak untuk membangun keterampilan emosional yang kuat, seperti empati, ketahanan, dan pengendalian diri. Hal ini akan membantu anak tumbuh menjadi individu yang lebih percaya diri dan mampu berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitarnya.
Read MoreMelayani Anak dengan Masalah Kejiwaan dan Anak dengan Gangguan Jiwa, Komunitas Onesimus
Jum’at (21/2/2025) Anak dengan masalah kejiwaan dan anak dengan gangguan jiwa memiliki tantangan dalam perkembangan emosional, sosial, dan kognitif mereka. Masalah kejiwaan mencakup kondisi seperti kecemasan, depresi, dan gangguan perilaku, sedangkan gangguan jiwa merujuk pada kondisi yang lebih kompleks seperti skizofrenia atau gangguan bipolar. Pelayanan yang tepat bagi anak-anak ini sangat penting untuk membantu mereka menjalani kehidupan yang lebih baik dan berkembang sesuai dengan potensi mereka.
Read MorePsikologi Anak & Metode Mengajar yang Efektif, HKBP Kernolong Jakarta
Jum’at (21/2/2025) Anak adalah individu yang sedang dalam tahap perkembangan fisik, emosional, sosial, dan kognitif. Setiap anak memiliki keunikan dalam cara berpikir, belajar, dan merespons lingkungan sekitarnya. Pemahaman tentang psikologi anak membantu pendidik dan orang tua mengenali kebutuhan emosional serta cara terbaik dalam mendukung pertumbuhan mereka. Faktor seperti pola asuh, lingkungan, dan pengalaman belajar sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental anak, sehingga penting bagi pendidik untuk memahami cara berinteraksi yang tepat sesuai dengan usia dan karakteristik anak.
Read MoreMENANAMKAN NILAI-NILAI KELUARGA PADA ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Dunia sedang berkembang sedemikian rupa. Teknologi digital dan internet memungkinkan terjadinya globalisasi dengan sangat cepat. Salah satu dampaknya adalah masuknya nilai-nilai baru dalam keluarga. Ada kalanya nilai-nilai tersebut berbeda sama sekali dengan nilai-nilai dasar dalam keluarga sehingga berisiko menimbulkan masalah dalam keluarga. Anak-anak dianggap membangkang kepada orang tua, sangat liberalis, melakukan seks bebas padahal seks bebas bertentangan dengan nilai-nilai agama yang diyakini keluarga, dan lain sebagainya. Bahkan, ada anak yang dianggap menjadi menyusahkan dan merepotkan keluarga karena berperilaku tidak adaptif. Misalnya, demi dapat bergaya hidup mewah,…
Read MoreMengajar Anak Disabilitas, Jaringan Pelayan Anak
Kamis (13/2/2025) Disabilitas merujuk pada kondisi di mana seseorang mengalami keterbatasan fisik, mental, intelektual, atau sensori yang dapat menghambat partisipasi penuh dalam kehidupan masyarakat. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, disabilitas didefinisikan sebagai suatu kondisi yang membatasi seseorang untuk berfungsi secara maksimal dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hal mobilitas, komunikasi, maupun interaksi sosial. Oleh karena itu, penting bagi para pelayan anak untuk memahami kebutuhan khusus anak disabilitas agar dapat memberikan layanan yang tepat dan efektif.
Read MoreSeminar Siswa : Puberty, Sekolah Harapan Bangsa Tangsel
Kamis (13/2/2025) Pubertas adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang terjadi seiring dengan perkembangan fisik dan emosional tubuh. Masa ini umumnya dimulai pada usia sekitar 9 hingga 14 tahun untuk anak perempuan, dan 10 hingga 15 tahun untuk anak laki-laki. Selama pubertas, tubuh mengalami berbagai perubahan, seperti pertumbuhan tinggi badan yang cepat, perubahan bentuk tubuh, serta perkembangan organ reproduksi. Selain itu, perubahan hormon juga mempengaruhi mood dan emosi anak.
Read MoreMencegah & Mengatasi Masalah Adiksi Games dan Pornografi pada Anak, Komunitas Onesimus
Kamis (13/2/2025) Adiksi merupakan kondisi di mana seseorang mengalami ketergantungan terhadap sesuatu hingga sulit mengendalikan diri, meskipun dampaknya negatif. Dalam era digital saat ini, adiksi terhadap games dan pornografi menjadi tantangan besar, terutama bagi anak-anak dan remaja. Oleh karena itu, para pelayan anak—termasuk orang tua, guru, dan pendamping—perlu memiliki wawasan dan keterampilan dalam mencegah serta mengatasi masalah ini agar dapat membimbing anak-anak ke arah yang lebih positif.
Read More