Seminar Edukasi: Kekerasan Berbasis Gender dalam Perspektif Psikologi & Hukum, JKLPK Indonesia

Senin (27/10/2025) Kekerasan berbasis gender adalah tindakan yang menimbulkan penderitaan fisik, emosional, atau seksual kepada seseorang karena perbedaan jenis kelamin atau peran sosialnya. Dalam pandangan psikologi, kekerasan seperti ini dapat menyebabkan luka batin yang mendalam, seperti rasa takut, trauma, dan kehilangan kepercayaan diri. Sementara dari sisi hukum, kekerasan berbasis gender merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia yang dapat dikenakan sanksi pidana. Karena itu, pemahaman tentang kekerasan berbasis gender menjadi penting bagi mahasiswa yang sedang membentuk karakter dan cara berpikir tentang keadilan serta kesetaraan.

Read More

Seminar Parenting: Pola Komunikasi Keluarga dengan Pembentukan Kemandirian Anak, HKBP Menteng, Jakarta.

Senin (27/10/2025) Komunikasi adalah proses saling bertukar informasi, perasaan, dan pikiran antara dua pihak atau lebih agar saling memahami. Dalam keluarga, komunikasi menjadi dasar terjalinnya hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak. Melalui komunikasi yang baik, orang tua dapat mengenal karakter, kebutuhan, serta perasaan anak. Sebaliknya, anak pun merasa didengar, dihargai, dan lebih terbuka untuk berbagi pengalaman sehari-harinya.

Read More

Talkshow: Helicopter Parenting – Cinta Beralih Kendali, GKJ Tj. Priuk Jakarta

Senin (27/10/2025) Helicopter parenting adalah gaya pola asuh di mana orangtua terlalu sering “mengitari” anaknya, seperti helikopter yang terus berputar di atas kepala. Orangtua dengan tipe ini cenderung selalu mengawasi, mengatur, bahkan mengambil alih urusan anak, mulai dari hal kecil hingga keputusan besar. Niatnya memang baik — ingin melindungi dan memastikan anak sukses — namun tanpa disadari, cara ini bisa membuat anak sulit mandiri, takut mengambil keputusan, dan kurang percaya diri.

Read More

MENEMANI ANAK YANG TERLUKA

Oleh: Susi Rio Panjaitan Anak tidak hanya dapat terluka secara fisik, tetapi juga psikologis. Jika anak terluka secara psikologis, itu berarti anak mengalami luka batin, yang ia rasakan di hati dan pikirannya. Dalam kondisi ini anak merasa sakit hati, takut, malu, sedih mendalam, atau kehilangan rasa aman karena pengalaman negatif. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan anak terluka, antara lain: Pertama: Anak bisa terluka hatinya ketika mengalami kekerasan fisik, seperti dipukul, dicubit, atau dihukum secara kasar; kekerasan verbal, seperti dimaki, dibanding-bandingkan atau direndahkan; kekerasan emosional, sepertidiabaikan, dipermalukan di depan orang…

Read More