Kamis (13/2/2025) Pubertas adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang terjadi seiring dengan perkembangan fisik dan emosional tubuh. Masa ini umumnya dimulai pada usia sekitar 9 hingga 14 tahun untuk anak perempuan, dan 10 hingga 15 tahun untuk anak laki-laki. Selama pubertas, tubuh mengalami berbagai perubahan, seperti pertumbuhan tinggi badan yang cepat, perubahan bentuk tubuh, serta perkembangan organ reproduksi. Selain itu, perubahan hormon juga mempengaruhi mood dan emosi anak.
Read MoreMencegah & Mengatasi Masalah Adiksi Games dan Pornografi pada Anak, Komunitas Onesimus
Kamis (13/2/2025) Adiksi merupakan kondisi di mana seseorang mengalami ketergantungan terhadap sesuatu hingga sulit mengendalikan diri, meskipun dampaknya negatif. Dalam era digital saat ini, adiksi terhadap games dan pornografi menjadi tantangan besar, terutama bagi anak-anak dan remaja. Oleh karena itu, para pelayan anak—termasuk orang tua, guru, dan pendamping—perlu memiliki wawasan dan keterampilan dalam mencegah serta mengatasi masalah ini agar dapat membimbing anak-anak ke arah yang lebih positif.
Read MoreUBK Talent Show, Paroki Bintaro St. Matius Tangsel
Kamis (13/2/2025) Tangerang Selatan, Minggu, 9 Februari 2025 – UBK Talent Show yang diselenggarakan oleh Paroki Bintaro St. Matius menjadi panggung luar biasa bagi umat berkarunia khusus untuk menampilkan talenta mereka. Acara yang berlangsung pada Minggu ini menghadirkan berbagai pertunjukan yang menggugah hati dan menginspirasi banyak orang. Kehadiran Susi Rio Panjaitan pada waktu itu menunjukkan dukungan serta semangat bagi para peserta dan komunitas.
Read MorePentingnya Memahami Psikologi & Perkembangan Anak, GMIST Tanjung Priuk, Jakarta
Kamis (13/2/2025) Anak adalah individu yang sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan, baik secara fisik, emosional, sosial, maupun intelektual. Setiap tahap perkembangan anak memiliki karakteristik unik yang perlu dipahami, tetapi memiliki kebutuhan dan cara berpikir yang berbeda sesuai dengan usianya. Oleh karena itu, memahami psikologi anak dan tahap perkembangan mereka sangat penting bagi siapa pun yang berinteraksi langsung dengan anak, terutama bagi para pendidik dan pengajar anak. Dengan pemahaman yang baik tentang psikologi anak, mereka dapat lebih efektif dalam mendidik, membimbing, dan membangun hubungan yang positif dengan anak-anak. Bagi para…
Read MoreMENCIPTAKAN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG INKLUSIF BAGI ANAK AUTIS
Oleh: Susi Rio Panjaitan Anak autis adalah anak dengan spektrum autisme (autism spectrum disorder/ASD). Autisme adalah kondisi neurodevelopmental yang memengaruhi kemampuan sosio-emosional, komunikasi, dan perilaku individu. Di Indonesia anak autis dikategorikan sebagai penyandang disabilitas. Dalam Pasal 1 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dituliskan bahwa penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan…
Read MoreMERAWAT KESEHATAN MENTAL ORANG TUA DENGAN ANAK AUTIS
Oleh: Susi Rio Panjaitan Banyak anak autis yang menghadapi tantangan dalam mengelola emosi. Mereka tidak mampu mengekspresikan emosi dengan tepat, dan kesulitan merespon berbagai stimulasi yang memancing emosi mereka. Selain itu, banyak anak autis yang memiliki hambatan di dalam berkomunikasi, baik dalam memahami bahasa orang lain (reseptif), maupun dalam mengungkapkan perasaan, pikiran, dan keinginan mereka (ekspresif). Hambatan dalam berkomunikasi sering kali memicu emosi negatif pada anak autis. Tertawa terbahak-bahak dalam waktu lama tanpa diketahui dengan jelas apa lucu sehingga ia tertawa, menangis tersedu-sedu dalam waktu lama tanpa alasan yang jelas,…
Read MorePERAN ORANG TUA DALAM MEMBANGUN KARAKTER ANAK
Oleh: Susi Rio Panjaitan Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 1 Ayat (1) tertulis: “Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Anak sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan dalam semua aspek, termasuk aspek perkembangan karakter. Karakter adalah hal yang sangat penting dari individu. Karakter individu sangat memengaruhi relasinya dengan siapa pun, bahkan memengaruhi kualitas hidupnya di sepanjang hayatnya. Itulah sebabnya, karakter individu perlu dibangun sejak dini. Undang-undang…
Read MorePelatihan Pertemuan ke-3: Layanan Bimbingan dan Konseling untuk Anak, Komunitas Onesimus
Minggu (2/2/2025) Bimbingan dan konseling untuk anak adalah proses pemberian bantuan secara sistematis yang bertujuan untuk membantu anak memahami diri sendiri, mengatasi permasalahan, serta mengembangkan potensi dan keterampilan sosialnya. Layanan ini tidak hanya diberikan oleh psikolog atau konselor profesional, tetapi juga dapat dilakukan oleh pendamping anak, guru, atau individu yang bekerja dalam dunia pendidikan dan pengasuhan. Dengan memahami prinsip dasar bimbingan dan konseling, para pendamping anak dapat lebih peka terhadap kebutuhan emosional dan psikologis anak, serta mampu memberikan dukungan yang tepat dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan.
Read MorePelatihan: Kelas Inklusif, HKBP Menteng, Jakarta
Minggu (2/2/2025) Kelas inklusif adalah lingkungan belajar yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan semua peserta didik, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus, tanpa memisahkan mereka dari teman sebaya. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan sistem pendidikan yang adil, di mana setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai dengan potensinya. Pendidikan inklusif menekankan penerimaan, penghargaan terhadap keberagaman, serta pendekatan pembelajaran yang fleksibel agar setiap siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal.
Read MorePelatihan: Peran Guru, Psikologi Anak, dan Manajemen Kelas, HKBP Cikarang
Jum’at (31/1/2025) Seorang pendidik memiliki peran penting dalam membentuk karakter, keterampilan, dan pengetahuan anak. Selain sebagai pengajar, pendidik juga berfungsi sebagai pembimbing, motivator, dan fasilitator dalam proses belajar. Untuk menjalankan tugas ini dengan baik, pendidik perlu memahami psikologi anak, yaitu ilmu yang mempelajari perkembangan, emosi, serta cara berpikir anak pada setiap tahap usia. Selain itu, manajemen kelas yang baik diperlukan agar suasana belajar menjadi kondusif, tertib, dan efektif. Seorang pendidik harus memiliki berbagai keterampilan, termasuk komunikasi yang baik, pemahaman terhadap kebutuhan anak, serta kemampuan mengelola kelas dengan bijak. Dengan keterampilan…
Read More