MEMBANGUN KEUNIKAN ADAPTIF ANAK PENYANDANG AUTIS GUNA MENCAPAI KEMANDIRIAN

Oleh: Susi Rio Panjaitan Manusia adalah makhluk sosial karena secara alami manusia cenderung untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan membentuk hubungan dengan sesama. Ada beberapa alasan yang menyebabkan manusia menjadi makhluk sosial. Pertama: Manusia memiliki kebutuhan fisik, emosional, dan psikologis yang tidak dapat dipenuhi sepenuhnya secara mandiri. Hal ini mendorong manusia untuk mencari dukungan dan bantuan dari orang lain dalam masyarakat. Kedua: Manusia memiliki kebutuhan akan hubungan interpersonal yang bermakna dan dukungan emosional dari orang lain. Hubungan ini memberikan rasa keterhubungan, keamanan, dan kebahagiaan yang penting untuk kesejahteraan mental dan emosional. Ketiga:…

Read More

MEMAHAMI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DAN KEBUTUHANNYA

Oleh: Susi Rio Panjaitan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Kebutuhan khusus ini muncul sebagai akibat dari hambatan yang mereka alami, misalnya: hambatan perkembangan, hambatan pendengaran, hambatan penglihatan, hambatan belajar, dan lain sebagainya. Untuk memahami siapa yang dimaksud dengan Anak Berkutuhan Khusus (ABK), salah satu dokumen yang dapat dijadikan rujukan adalah Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Dalam undang-undang ini, tepatnya pada Pasal 1 Ayat (1) dikatakan bahwa penyandang disabilitas adalah…

Read More

MEMPERSIAPKAN ANAK PENYANDANG AUTIS UNTUK MANDIRI

Oleh: Susi Rio Panjaitan Autis adalah gangguan perkembangan neurobiologis yang memengaruhi interaksi sosial, komunikasi verbal dan non-verbal, serta perilaku secara umum. Gejala autis bervariasi, termasuk kesulitan dalam berkomunikasi, ketidakmampuan membentuk hubungan sosial, dan minat yang terbatas terhadap aktivitas tertentu. Autis merupakan spektrum, artinya tingkat keparahan dan kombinasi gejala berbeda-beda untuk setiap individu. Meskipun penyebab pasti autis belum sepenuhnya dipahami, faktor genetik dan lingkungan diyakini memiliki peran dalam terjadinya autis. Pada umumnya, anak penyandang autis menghadapi tantangan dalam setiap fase pertumbuhan dan perkembangannya, tetapi jika diberi kesempatan dan dilatih dengan baik,…

Read More

TANTRUM PADA ANAK PENYANDANG AUTIS

Oleh: Susi Rio Panjaitan Autis adalah gangguan perkembangan neurobiologis yang memengaruhi interaksi sosial, komunikasi verbal dan non-verbal, serta perilaku secara umum. Gejala autis bervariasi, termasuk kesulitan dalam berkomunikasi, ketidakmampuan membentuk hubungan sosial, dan minat yang terbatas terhadap aktivitas tertentu. Autis merupakan spektrum, artinya tingkat keparahan dan kombinasi gejala berbeda-beda untuk setiap individu. Meskipun penyebab pasti autis belum sepenuhnya dipahami, faktor genetik dan lingkungan diyakini memiliki peran dalam terjadinya autis. Anak penyandang autis sering mengalami tantangan dalam perkembangan sosio-emosional. Mereka kesulitan dalam berinteraksi sosial, ekspresi emosi, dan pemahaman sosial. Keterbatasan kemampuan…

Read More

Edukasi Masyarakat : Mengenali dan Melatih Anak Berkebutuhan Khusus, Home School Amazing Grace, Bandung

Sabtu (3/02/2024) Memiliki pemahaman yang mendalam terhadap jenis kebutuhan khusus yang dimiliki oleh anak menjadi dasar pokok dalam membimbing perkembangan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Anak Kebutuhan Khusus tidak hanya merujuk pada anak dengan disabilitas fisik, melainkan juga mencakup berbagai kondisi seperti autisme, ADHD, kesulitan belajar, slow learner atau retardasi mental, dan gangguan perkembangan lainnya. Pemahaman mendalam terhadap kebutuhan individual mereka menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan pendidikan dan dukungan yang sesuai, memungkinkan setiap anak untuk mengembangkan potensinya tanpa hambatan berdasarkan karakteristik unik yang mereka miliki.

Read More

MEMAHAMI ANAK PENYANDANG AUTIS NON-VERBAL

Oleh: Susi Rio Panjaitan Autis adalah gangguan perkembangan neurobiologis yang memengaruhi interaksi sosial, komunikasi verbal dan non-verbal, serta perilaku secara umum. Gejala autis bervariasi, termasuk kesulitan dalam berkomunikasi, ketidakmampuan membentuk hubungan sosial, dan minat yang terbatas terhadap aktivitas tertentu. Autis merupakan spektrum, artinya tingkat keparahan dan kombinasi gejala berbeda-beda untuk setiap individu. Meskipun penyebab pasti autis belum sepenuhnya dipahami, faktor genetik dan lingkungan diyakini memiliki peran dalam terjadinya autis. Terkait kemampuan berbahasa dan berkomunikasi, autis dikelopokkan menjadi dua, yakni autis verbal dan autis non-verbal. Kedua kelompok ini bukanlah diagnosis yang…

Read More

PENTINGNYA KOMUNIKASI TERBUKA DENGAN ANAK REMAJA

Oleh: Susi Rio Panjaitan Remaja adalah individu yang sudah mengalami pubertas, yakni mimpi basah pada laki-laki, dan menstruasi pada perempuan. Biasanya, pubertas terjadi pada rentang usia antara 11 hingga 16 tahun. Menurut hukum Indonesia, anak adalah individu yang berusia 0 (nol) sampai dengan sebelum 18 (delapan belas) tahun. Jika merujuk pada hal ini, maka remaja dapat dikategorikan sebagai anak. Tidak heran banyak yang menyebut kelompok usia ini dengan sebutan anak remaja. Pada masa remaja, individu mengalami perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Masa remaja adalah masa  dimana identitas pribadi,…

Read More

Pelatihan GSM : Creative Teaching, HKBP Serpong, Tangsel

Sabtu (27/01/2024) Creative teaching adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada inovasi, kreasi, dan pengembangan keterampilan kreatif anak. Pendekatan ini diterapkan sebagai upaya guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang memotivasi dan mendorong anak, sehingga memungkinkan mereka untuk berpikir kreatif, dan mengembangkan pemahaman yang mendalam terhadap pembelajaran yang diterimanya. Di era digitalisasi ini, menerapkan creative teaching dalam pelayanan anak-anak sekolah minggu (ASM) dapat memberikan pengalaman belajar sekolah minggu menjadi lebih menarik dan berkesan bagi anak-anak. Guru Sekolah Minggu (GSM) memiliki peran yang besar untuk memberikan pengalaman belajar sekolah minggu yang menyenangkan bagi…

Read More

MENGASAH SOFT SKILL PADA ANAK

Oleh: Susi Rio Panjaitan Secara sederhana, soft skill dapat diartikan sebagai kemampuan non-teknis yang melibatkan keterampilan interpersonal, komunikasi, kepemimpinan, dan problem-solving. Ini mencakup aspek-aspek seperti kecerdasan emosional, kerjasama tim, adaptabilitas, dan kemampuan berpikir kreatif. Soft skill penting dalam berbagai konteks, baik dalam lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari, untuk mencapai keberhasilan pribadi dan profesional. Terkait dengan dunia kerja, soft skill yang dimiliki seseorang  dapat membantunya dalam membangun hubungan kerja yang baik, meningkatkan produktivitas, dan mempermudah penyelesaian masalah tim. Kemampuan beradaptasi dan berkomunikasi dengan baik akan sangat menolong seseorang ketika ia sedang…

Read More

Bimbingan Siswa: Menjadi Remaja Tangguh di Era Millenium, SMP Katolik Bunda Hati Kudus Jelambar, Jakbar

Selasa (16/01/2024) Dewasa ini, remaja menghadapi beragam tantangan kompleks. Mengapa dikatakan kompleks? karena masalah yang dihadapi remaja melibatkan berbagai aspek yang saling terkait dan seringkali sulit dimengerti bahkan diselesaikan karena kompleksitasnya. Mulai dari tekanan akademis yang tinggi, persaingan untuk meraih kesuksesan di masa depan, standar kecantikan dan prestasi yang tidak realistis memunculkan dorongan untuk membangun citra diri yang sempurna sehingga dapat memicu masalah kepercayaan diri pada remaja dan kecemasan sosial. Belum lagi bullying dan tekanan dari teman sebaya turut memberikan dampak negatif pada kesejahteraan emosional mereka. Mengatasi berbagai tantangan ini…

Read More